Serangan Beruang di Rantau Kumpai, Korban Dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja

April 16, 2026 WIB Last Updated 2026-04-16T09:26:46Z

BATURAJA — Keheningan di kawasan hutan Air Pohal, Desa Rantau Kumpai, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), berubah menjadi mencekam pada Rabu (15/4/2026). Seorang petani setempat bernama Rahmat (55) harus bertaruh nyawa setelah seekor beruang liar menyerangnya secara brutal saat ia tengah fokus menyadap karet di kebun miliknya sekitar pukul 11.10 WIB.

Peristiwa ini bermula ketika korban sedang bekerja di area perkebunan yang lokasinya memang dikenal bersinggungan langsung dengan kawasan hutan belantara. Tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, seekor beruang muncul dari balik rimbunnya semak belukar dan langsung menerjang ke arah Rahmat. Lokasi yang jauh dari pemukiman membuat situasi menjadi sangat genting bagi korban yang saat itu sedang bekerja sendirian.

Saksi mata di sekitar lokasi, Meldi (22), yang juga berprofesi sebagai buruh tani, mengungkapkan bahwa serangan tersebut terjadi sangat cepat dan tak terduga. Menurutnya, hewan buas tersebut tampak agresif dan langsung mengincar bagian tubuh korban. Suasana di tengah kebun karet itu sempat mencekam saat korban berusaha melepaskan diri dari cengkeraman dan gigitan hewan pemakan segala tersebut.

Dalam kondisi terdesak dan menahan sakit, Rahmat menunjukkan keberanian luar biasa demi mempertahankan nyawanya. Ia melakukan perlawanan sengit dengan menggunakan sebilah golok yang biasa digunakannya untuk alat pertanian. Setelah beberapa kali melakukan pembelaan diri dengan senjata tajam tersebut, beruang yang merasa terancam akhirnya memilih melepaskan serangan dan melarikan diri kembali ke dalam kegelapan hutan

Akibat pergulatan tersebut, Rahmat mengalami cedera yang cukup serius di beberapa bagian tubuhnya. Ia menderita luka robek yang menganga pada betis kanan akibat gigitan kuat, serta sejumlah luka cakaran tajam di tangan kiri. Meski dalam kondisi bersimbah darah, korban masih mampu memaksakan diri kembali ke rumah untuk mencari bantuan sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja pada pukul 17.00 WIB guna mendapatkan tindakan medis darurat.

Menanggapi insiden berdarah ini, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Sosoh Buay Rayap Iptu Karbianto, S.H., yang disampaikan oleh Kasi Humas AKP Ferri Zulfian, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian menyatakan bahwa faktor pemicu serangan adalah aktivitas manusia yang masuk ke dalam ruang habitat asli satwa liar, mengingat kawasan Air Pohal masih merupakan bagian dari hutan lebat yang dihuni hewan buas.

Sebagai langkah cepat, jajaran Polsek Sosoh Buay Rayap telah melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Polisi juga segera menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mengambil tindakan antisipatif. Hal ini dilakukan guna memastikan apakah beruang tersebut masih berkeliaran di dekat lahan produktif warga atau sudah kembali ke zona hutan lindung.

Guna mencegah jatuhnya korban baru, Polres OKU kini mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk turun langsung memberikan edukasi keselamatan kepada para petani. Masyarakat diimbau untuk tidak berangkat ke kebun sendirian dan selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengingat potensi konflik antara manusia dan satwa liar masih sangat tinggi di wilayah yang berbatasan dengan hutan rimba tersebut.

Terkini