Sisi Humanis Polri: Kapolda Sumsel Turun ke Jalan Bagikan Takjil dan Tali Asih Sebagai Strategi Cooling System

Maret 18, 2026 WIB Last Updated 2026-03-18T13:56:51Z
PALEMBANG – Semangat pelayanan tanpa batas kembali dibuktikan oleh jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) dalam sebuah aksi nyata yang masif. Pada Selasa (17/3/2026), di bawah komando langsung Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, seluruh jajaran kepolisian di Bumi Sriwijaya bergerak serentak melakukan pengecekan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana. Langkah ini diambil guna memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga di tengah dinamika aktivitas warga.

Kegiatan strategis ini berpusat di Pos Pengamanan (Pos Pam) Simpang 5 DPRD Provinsi, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang. Titik ini dipilih sebagai komando pusat karena letaknya yang vital di jantung kota, sekaligus menjadi barometer pergerakan serupa yang dilakukan oleh seluruh Satuan Wilayah (Satwil) di bawah naungan Polda Sumsel. Dengan pengawasan ketat dari pimpinan tertinggi, setiap elemen pengamanan dipastikan berada dalam kondisi siaga satu untuk melayani masyarakat.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa operasi ini melibatkan sedikitnya 39 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan, hingga Senkom. Sinergi lintas sektoral ini menunjukkan komitmen pengamanan terpadu yang tidak hanya mengandalkan satu institusi. Fokus utamanya adalah menjamin quick response (respon cepat) terhadap setiap potensi gangguan keamanan serta memastikan kelayakan operasional seluruh armada patroli di lapangan.

Dalam arahannya di lokasi, Irjen Pol Sandi Nugroho menekankan pentingnya keseragaman aksi di seluruh wilayah hukum Polda Sumsel tanpa terkecuali. Beliau menyatakan bahwa pengecekan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata bahwa seluruh lini—mulai dari staf administrasi hingga tim operasional—harus dalam kondisi "siap tempur". Hal ini bertujuan agar tidak ada celah sekecil apa pun bagi gangguan kriminalitas atau ketidaktertiban di setiap sudut Sumatera Selatan.

Namun, ketegasan operasional tersebut tidak berjalan sendirian. Suasana di lapangan terasa lebih hangat dengan kehadiran Ketua dan Pengurus Bhayangkari yang mendampingi para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel. Kehadiran organisasi istri anggota Polri ini memberikan sentuhan empati melalui pembagian tali asih kepada personel yang tengah bertugas. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk lead by example atau kepemimpinan yang memberikan contoh nyata dalam mengapresiasi kerja keras anggota di lapangan.

Selain fokus pada internal kepolisian, Polda Sumsel juga menyasar masyarakat pengguna jalan melalui aksi pembagian takjil secara cuma-cuma. Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka puasa, melainkan sebuah strategi Cooling System atau sistem pendingin suasana. Melalui interaksi langsung ini, pihak kepolisian berupaya mendinginkan tensi sosial serta membangun kedekatan emosional dengan warga agar tercipta situasi yang kondusif dan penuh rasa kekeluargaan.

Di sela-sela pembagian takjil, petugas juga melakukan edukasi persuasif mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Kapolda menambahkan bahwa melalui pendekatan humanis ini, Polri ingin menghapus sekat antara petugas dan masyarakat. Dengan menyapa warga secara langsung, diharapkan pesan-pesan keamanan dapat tersampaikan dengan lebih efektif dibandingkan dengan penindakan kaku di jalan raya, sehingga kesadaran hukum masyarakat tumbuh secara organik.

Aksi serentak yang dilakukan hingga pelosok daerah ini menjadi bukti kuat bahwa Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Irjen Pol Sandi Nugroho memiliki manajemen organisasi yang solid. Kombinasi antara kesiapan armada patroli yang prima, sinergi antarinstansi yang kuat, serta pendekatan humanis kepada masyarakat, menjadi fondasi utama dalam menjaga marwah kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di Sumatera Selatan.

Terkini