BATURAJA – Suasana di Aula Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Baturaja pada Selasa (10/03/2026) petang tampak sangat berbeda dari hari-hari biasanya. Jika biasanya aula tersebut hanya digunakan untuk kegiatan formal atau pembinaan rutin, kali ini ruangan tersebut bertransformasi menjadi ruang pertemuan yang penuh dengan nuansa emosional. Jeruji besi dan tembok tinggi yang biasanya menjadi pembatas kaku, seolah tidak lagi menjadi penghalang bagi kerinduan yang mendalam.
Pihak Rutan Kelas IIB Baturaja menggelar acara Buka Puasa Bersama yang mempertemukan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) langsung dengan keluarga tercinta mereka. Kegiatan ini merupakan inisiatif khusus untuk menghidupkan semangat Ramadan di lingkungan pemasyarakatan. Pertemuan ini menjadi momen langka bagi para warga binaan untuk bisa duduk berdampingan tanpa sekat pembatas fisik yang selama ini memisahkan mereka.
Acara yang dimulai menjelang azan Magrib ini mengubah suasana aula menjadi penuh haru sekaligus keceriaan. Tawa pecah di berbagai sudut ruangan saat para warga binaan menyambut kedatangan anak, istri, suami, maupun orang tua mereka. Momen ini menjadi sangat berkesan karena untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama, mereka bisa bercengkerama secara langsung tanpa dibatasi oleh kaca atau jeruji besi.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, dalam keterangannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kepribadian. Menurutnya, pemenuhan hak bagi warga binaan bukan hanya soal fasilitas fisik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan emosional melalui interaksi dengan keluarga. Pihak rutan memandang bahwa keluarga adalah pilar utama dalam proses rehabilitasi setiap individu yang sedang menjalani masa hukuman.
"Kami ingin menghadirkan suasana Ramadan yang sesungguhnya di dalam Rutan. Ini bukan sekadar makan bersama, tapi momen penyemangat bagi warga binaan agar mereka lebih giat berbenah diri melihat dukungan penuh dari keluarga," ujar Fitri Yady. Beliau menegaskan bahwa dukungan moral dari orang-orang terdekat merupakan motivasi terkuat bagi para warga binaan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat bebas nanti.
Pantauan di lokasi menunjukkan keceriaan yang merata di seluruh penjuru aula. Beberapa warga binaan terlihat sangat telaten menyuapi anak-anak mereka yang datang berkunjung dengan membawa bekal khusus dari rumah. Hidangan takjil dan berbagai lauk-pauk khas masakan rumah yang dibawa oleh keluarga menambah keakraban di atas hamparan karpet aula, menciptakan suasana layaknya makan malam di rumah sendiri.
Saat azan Magrib berkumandang, suasana yang semula riuh dengan percakapan berubah menjadi sangat khidmat. Doa bersama dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh hadirin, memohon keberkahan di bulan suci sebelum akhirnya mereka menikmati santapan berbuka. Balutan rasa kekeluargaan yang erat begitu terasa, menghapus sejenak label narapidana dan menggantinya dengan peran sebagai ayah, anak, atau anggota keluarga.
Melalui kegiatan buka bersama ini, Rutan Baturaja berharap dapat memberikan dampak psikologis yang positif bagi kesehatan mental warga binaan. Inisiatif ini membuktikan bahwa meskipun berada di dalam sistem pemasyarakatan, pembinaan tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai langkah harmonisasi antara institusi penegak hukum, warga binaan, dan masyarakat luas.