Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Sandi Nugroho, memberikan arahan tegas mengenai esensi kehormatan profesi Polri di hadapan ribuan personel. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kemuliaan institusi kepolisian tidak boleh hanya dibangun di atas fondasi pencitraan semata. Sebaliknya, marwah tersebut harus dipertahankan melalui pengabdian tulus dan hasil kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Pernyataan fundamental tersebut disampaikan langsung oleh orang nomor satu di jajaran Polda Sumsel saat memimpin jalannya apel pagi rutin. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Lapangan Mapolda Sumatera Selatan pada Senin, 9 Maret 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Kehadiran seluruh elemen penting, mulai dari Wakapolda, Irwasda, hingga pejabat utama dan staf pendukung, menunjukkan betapa strategisnya pesan yang ingin disampaikan oleh Kapolda dalam memperkuat soliditas internal.
Irjen Pol Sandi Nugroho mengawali arahannya dengan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh jajaran yang telah berhasil menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Menurutnya, kelancaran berbagai agenda institusi belakangan ini merupakan indikator kesiapan dan kerja keras personel dalam menjalankan tugas pokoknya. Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan ini tidak membuat anggota cepat berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan yang masih ada.
Lebih dalam, Kapolda menggarisbawahi bahwa tugas kepolisian tidak boleh dipandang sebagai rutinitas administratif yang hampa makna. Baginya, setiap tindakan pelayanan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah bagian integral dari upaya kolektif untuk memuliakan profesi. Ia mengajak seluruh personel untuk memiliki rasa memiliki (sense of belonging) terhadap institusi dengan bertanya retoris, "Jika bukan kita yang menjaga kemuliaan profesi ini, siapa lagi?", guna membangkitkan kebanggaan korps.
Aspek integritas dan tanggung jawab moral juga menjadi sorotan utama dalam pidatonya. Kapolda mengingatkan bahwa kedisiplinan dan kerja keras anggota Polri bukanlah alat untuk mencari popularitas pribadi atau sekadar membangun citra positif institusi di permukaan. Tindakan tersebut merupakan bentuk pertanggungjawaban moral setiap insan Bhayangkara terhadap amanah yang diberikan negara untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati, tanpa mengharapkan pamrih yang semu.
Di era keterbukaan informasi yang semakin deras, Irjen Pol Sandi Nugroho juga menyoroti pentingnya akuntabilitas publik. Ia menegaskan bahwa di tengah tingginya pengawasan masyarakat, setiap kinerja kepolisian harus dapat dibuktikan dan dikomunikasikan secara transparan. Hal ini penting untuk menjawab keraguan publik tentang produktivitas kepolisian, di mana optimalisasi platform digital institusi menjadi sarana kunci dalam mendokumentasikan dan menyebarluaskan kerja-kerja positif kepada khalayak
Transparansi di ruang digital menurut Kapolda bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk merawat kepercayaan masyarakat. Dengan menunjukkan bukti nyata dari setiap tugas yang dijalankan, publik akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kompleksitas tantangan yang dihadapi Polri di lapangan. Legitimasi institusi di mata masyarakat sangat bergantung pada sejauh mana Polri mampu bersikap terbuka dan jujur dalam setiap proses pelayanan dan penegakan hukum
Sebagai penutup, Kapolda mengajak seluruh personel Polri maupun ASN di lingkungan Polda Sumsel untuk menjadikan pengabdian sebagai landasan utama dalam bekerja. Ia berpesan agar kepercayaan masyarakat dijaga sebagai aset paling berharga dengan terus meningkatkan kolaborasi lintas fungsi. Apel pagi tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk mempertahankan pencapaian yang sudah baik dan secara konsisten memperbaiki segala hal yang masih kurang demi tegaknya kehormatan Bhayangkara.