Rutan Kelas IIB Baturaja Optimalkan Pemeriksaan Kesehatan Rutin bagi Penderita Penyakit Kronis dan Lansia

Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T12:25:08Z

BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali mempertegas komitmennya dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia, khususnya di bidang kesehatan. Pada Jumat (20/02/2026), Rutan Baturaja menggelar aksi layanan kesehatan intensif yang menyasar kelompok paling berisiko di dalam hunian. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan perawatan maksimal bagi para lanjut usia (lansia) dan warga binaan yang mengidap penyakit kronis atau menahun.

Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Rutan Baturaja ini dilaksanakan sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan medis warga binaan. Mengingat kondisi fisik lansia yang lebih rentan terhadap perubahan cuaca dan lingkungan, pemeriksaan ini menjadi agenda wajib untuk memastikan tidak ada penurunan kondisi kesehatan yang drastis. Langkah ini membuktikan bahwa pembinaan di dalam Rutan tidak hanya soal keamanan, tetapi juga soal kemanusiaan.
Dalam pelaksanaannya, tenaga medis Klinik Pratama tidak bekerja sendirian. Terdapat sinergi menarik di mana para peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut dilibatkan secara langsung. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis bagi para pemuda yang tengah menimba ilmu, sekaligus menambah daya gedor pelayanan di Rutan agar setiap warga binaan mendapatkan perhatian yang lebih detail dan menyeluruh.

Proses pemantauan kesehatan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, hingga konsultasi keluhan fisik harian. Petugas medis memberikan perhatian ekstra pada penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus. Penyakit-penyakit ini memerlukan pengawasan berkala agar dosis obat yang diberikan tetap tepat dan komplikasi berbahaya dapat dihindari sedini mungkin sejak di dalam sel.
Pihak Rutan Baturaja menegaskan bahwa kesehatan warga binaan adalah prioritas utama demi kelancaran proses pembinaan secara umum. Petugas medis menyebutkan bahwa pemantauan rutin ini adalah langkah preventif atau pencegahan agar tidak terjadi kegawatdaruratan medis. Dengan deteksi dini, risiko fatalitas di dalam Rutan dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga situasi tetap kondusif dan stabil.

Tak hanya soal pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi pola hidup sehat yang adaptif dengan lingkungan Rutan. Para petugas dan peserta magang memberikan arahan mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri serta tetap aktif bergerak meski di dalam keterbatasan ruang blok hunian. Para lansia khususnya diajak untuk melakukan peregangan ringan guna menjaga fleksibilitas sendi dan kebugaran jantung mereka.

Kehadiran peserta magang Kemnaker memberikan dampak positif terhadap kecepatan pelayanan administrasi kesehatan. Mereka membantu melakukan pendataan medis yang lebih rapi dan personal bagi setiap warga binaan. Hal ini memungkinkan setiap individu memiliki rekam medis yang akurat, sehingga jika terjadi gangguan kesehatan di masa mendatang, tim medis sudah memiliki data riwayat penyakit yang lengkap untuk penanganan lebih lanjut.

Sebagai penutup, kegiatan yang berjalan khidmat ini diharapkan mampu menjamin bahwa seluruh warga binaan, tanpa terkecuali, mendapatkan hak kesehatannya secara layak. Dengan kondisi fisik yang tetap bugar, para warga binaan diharapkan dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan optimal. Rutan Baturaja berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi layanan ini sebagai bagian dari standar pelayanan publik yang prima dan berintegritas.

Terkini