Lentera Iman di Balik Jeruji: Rutan Baturaja Gandeng MUI dan Kemenag Tuntun Warga Binaan Cintai Al-Qur'an

Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T10:26:56Z

BATURAJA – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Aula Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja pada Kamis (29/10/2026). Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berkumpul secara tertib untuk mengikuti program Pembinaan Kerohanian Berbasis Pesantren. Kegiatan yang rutin diselenggarakan ini menjadi ruang bagi para warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta di tengah masa menjalani hukuman.

Program pembinaan spiritual ini merupakan wujud nyata dari tindak lanjut kerja sama strategis antara pihak Rutan Kelas IIB Baturaja, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten OKU. Sinergi lintas lembaga ini dihadirkan untuk memastikan warga binaan mendapatkan bimbingan keagamaan yang terstruktur dan berkualitas.
Dalam sesi pembelajaran yang berlangsung hari ini, para ustaz dan pengajar pilihan dari MUI serta Kemenag OKU hadir secara langsung untuk memberikan materi keagamaan. Pembelajaran difokuskan pada penguatan fondasi bacaan Al-Qur'an, mencakup pelafalan huruf-huruf Hijaiyah (makhraj) serta penerapan hukum-hukum tajwid secara akurat dan tepat.

Suasana belajar dirancang secara ramah dan inklusif agar dapat merangkul seluruh warga binaan tanpa memandang tingkat kemampuan awal mereka. Metode pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, sehingga setiap warga binaan dapat belajar sesuai dengan kapasitas dan tingkat pemahamannya tanpa merasa tertekan.
Sebagian warga binaan yang sudah memiliki dasar membaca Al-Qur'an tampak tekun mendalami ilmu tajwid tingkat lanjutan. Di sisi lain, beberapa warga binaan yang baru memulai langkahnya terlihat sangat antusias dan bersemangat mengenal bentuk serta bunyi dasar huruf-huruf Hijaiyah menggunakan metode Iqro.

Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, menyempatkan diri hadir memberikan arahan dan dorongan moral kepada para peserta. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya manfaatkan waktu dan kesempatan berharga ini dengan semaksimal mungkin sebagai sarana menimba ilmu keagamaan yang bermanfaat untuk kehidupan mendatang.
Fitri Yady menekankan bahwa program pembinaan berbasis pesantren ini merupakan momentum paling tepat bagi seluruh warga binaan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan memperdalam pemahaman keagamaan selama masa pemidanaan. Beliau berharap pembinaan ini dapat menjadi bekal berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat kelak.

Melalui kemitraan yang berkelanjutan dengan MUI dan Kemenag Kabupaten OKU, pihak Rutan Baturaja berharap kegiatan ini tidak sekadar meningkatkan kemampuan teknis baca-tulis Al-Qur'an. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menghadirkan transformasi positif pada mental dan spiritual warga binaan, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bertakwa.

Terkini