Kapolres OKU Gelar "Minggu Kasih" di GPDI Tungku Jaya

Oktober 25, 2026 WIB Last Updated 2026-10-25T07:38:08Z
BATURAJA — Dalam rangka memperkuat kemitraan antara kepolisian dan seluruh lapisan elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang, Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) kembali menggelar kegiatan kemasyarakatan bertajuk "Minggu Kasih". Kegiatan ini dilaksanakan secara langsung pada Minggu, 25 Oktober 2025, bertempat di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Blok F, Desa Tungku Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten OKU. Program ini menjadi wujud nyata dari komitmen Polri dalam merangkul warga dan menghadirkan kepolisian di tengah-tengah kehidupan sosial keagamaan masyarakat.

Kehadiran jajaran Polres OKU dalam ibadah Minggu tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres OKU, AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., yang didampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang OKU, Ny. Agnes Helmy. Selain jajaran pimpinan, turut hadir pula jajaran personel Polres OKU yang beragama Nasrani untuk beribadah bersama jemaat setempat. Kehadiran pimpinan tertinggi Polres OKU ini disambut hangat oleh pihak gereja serta puluhan warga masyarakat yang beribadah pada hari tersebut.
Ibadah yang penuh khidmat tersebut dihadiri oleh sekitar 40 orang jemaat yang tergabung dalam Jemaat Elshadai. Prosesi ibadah dipimpin langsung oleh Pendeta Imanuel Kalendesang, yang membawakan khotbah serta pesan spiritual mendalam. Adapun tema ibadah yang diusung pada kesempatan tersebut berbunyi: “Kamu Telah Menerima Kristus Yesus, Tuhan Kita. Karena Itu Hendaklah Hidupmu Tetap di Dalam Dia.” Suasana ibadah berlangsung dengan aman, tenang, dan penuh rasa kekeluargaan antara jemaat dan jajaran kepolisian.

Pelaksanaan kegiatan Minggu Kasih ini diselenggarakan sebagai langkah konkrit dan implementasi nyata dari tagline Kapolri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat”. Melalui program prioritas ini, Polres OKU berupaya menegaskan bahwa peran dan fungsi kepolisian tidak semata-mata terbatas pada penegakan hukum serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara formal semata. Lebih dari itu, Polri bertekad untuk senantiasa hadir merangkul warga melalui pendekatan yang jauh lebih humanis, inklusif, dan penuh kebersamaan.
Melalui ruang silaturahmi ini, Polres OKU berupaya membangun saluran komunikasi yang harmonis serta menumbuhkan rasa aman dan nyaman di lingkungan tempat tinggal warga. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah-tengah kegiatan keagamaan juga menjadi wujud penghormatan tinggi terhadap keberagaman dan toleransi beragama dalam kehidupan bermasyarakat di wilayah Kabupaten OKU. Kepolisian ingin memastikan bahwa seluruh jemaat dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang tanpa ada rasa kekhawatiran.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi pengingat bahwa pemeliharaan kamtibmas bukanlah tugas tunggal kepolisian semata, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan, partisipasi, serta kepedulian dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui pendekatan dialogis dan kehadiran langsung di tengah masyarakat ini, diharapkan kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi Polri dapat semakin meningkat. Terbukanya ruang komunikasi yang lebih baik antara kepolisian dan warga dipandang sebagai kunci utama untuk mendeteksi serta mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini, sekaligus menciptakan iklim kemasyarakatan yang aman, damai, dan kondusif secara berkelanjutan.

Dengan berlandaskan semangat kebersamaan tersebut, Polres OKU berkomitmen untuk terus konsisten membangun kedekatan dengan seluruh warga di berbagai pelosok daerah. Polres OKU siap mewujudkan pelayanan kepolisian yang humanis, responsif terhadap keluhan warga, serta senantiasa berorientasi pada perlindungan dan kepentingan masyarakat luas demi mewujudkan OKU yang aman dan harmonis.

Terkini