Roti Abon Lele Jadi Unggulan, BUMDes Karang Dapo Berubah Resmi Meluncurkan KADABE Kitchen & Bakery

Oktober 22, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T12:55:17Z
BATURAJA, OKU — Pemerintah Desa Karang Dapo meresmikan beroperasinya unit usaha kuliner BUMDes "Karang Dapo Berubah", yakni KADABE Kitchen dan KADABE Bakery, pada Kamis (22/10/2026). Acara peresmian yang dipusatkan di Kantor Desa Karang Dapo, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan ini berlangsung secara khidmat dan hangat. Langkah strategis ini menandai komitmen transformasi desa dalam memajukan perekonomian warga lokal berbasis olahan pangan modern sekaligus memperkuat kapasitas modal usaha desa secara mandiri.
Acara peresmian dihadiri oleh jajaran pejabat penting tingkat kabupaten hingga kecamatan. Bupati OKU diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) OKU, Priyatno Darmadi, S.Sos., M.Si. Turut hadir secara langsung Kepala Dinas Kesehatan OKU Deddy Wijaya, Camat Peninjauan Novri Zaldi, S.STP., M.Si., Kapolsek Peninjauan IPTU Zulhanas, serta Nixson, S.P. selaku perwakilan dari mitra utama program, Pertamina Hulu Energi Ogan Komering (PHE OK). Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan sinergi lintas sektor dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi perdesaan.
Inisiasi KADABE Kitchen dan KADABE Bakery dihadirkan sebagai wadah penggerak roda ekonomi desa yang beroperasi secara rutin setiap hari Senin hingga Jumat. Usaha ini sejatinya bukanlah program instan, melainkan hasil perintisan panjang sejak tahun 2021 melalui pengadaan sarana dan peralatan bakery mengandalkan alokasi Dana Desa. Strategi ini diambil untuk menggeser pola perekonomian masyarakat menuju arah yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mengoptimalkan potensi bahan baku pangan lokal agar memiliki nilai tambah dan daya jual yang lebih tinggi di pasaran.
Dalam pidato sambutannya, Kepala Desa Karang Dapo, Martinawaty, STP, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dukungan nyata dari PHE Ogan Komering yang menyediakan fasilitas inkubator bisnis, seragam kerja, hingga perbaikan sarana teknis dapur seperti instalasi exhaust fan dan kipas angin. Tak hanya itu, Pemdes Karang Dapo juga menggaet kolaborasi inovatif bersama PT PLN UP3 Lahat ULP 2 JP untuk mengolah olahan abon ikan lele dan ikan gabus. Produk olahan ini kemudian disinkronisasikan ke dalam ragam menu utama KDB Kitchen, salah satunya menjadi varian unggulan Roti Abon Lele.
Selain memaparkan capaian usaha, Kades Martinawaty juga menyampaikan pesan kritis namun diselingi humor mengenai pentingnya efektivitas bantuan dari pemerintah maupun korporasi. Ia mengibaratkan proporsi bantuan harus pas dan tidak boleh setengah-setengah, layaknya takaran pakan yang seimbang dengan ukuran ikan. Di akhir sambutannya, Martinawaty mengungkapkan rasa sayang dan sedikit kekecewaannya karena Bupati OKU berhalangan hadir secara langsung, seraya menyampaikan kerinduan warga Karang Dapo agar pimpinan daerah tersebut dapat meluangkan waktu untuk berkunjung dan menyapa mereka di lain kesempatan.

Menanggapi dinamika tersebut, Camat Peninjauan Novri Zaldi memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Kades Martinawaty yang dinilai terus mengharumkan nama kecamatan melalui berbagai terobosan, mulai dari program budidamber, Festival KADK, hingga pendirian KDB Kitchen. Untuk mempercepat akselerasi bisnis unit usaha baru ini, Camat Novri secara khusus meminta Dinas Kesehatan OKU agar segera mempercepat proses penerbitan sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) bagi seluruh produk kuliner BUMDes Karang Dapo Berubah.
Dukungan berkelanjutan juga ditegaskan oleh perwakilan PHE Ogan Komering, Nixson, S.P., yang memaparkan proses panjang pendampingan intensif antara tim PHE OKRT dan Pemdes Karang Dapo hingga fasilitas dapur BUMDes berhasil berdiri tegak. Nixson menekankan bahwa keterlibatan PHE OK tidak berhenti pada seremoni peresmian belaka, melainkan ditargetkan mampu mendorong unit usaha desa ini naik kelas ke tingkat kabupaten. Bahkan, ke depannya unit usaha ini diproyeksikan dapat menyerap peluang katering operasional perusahaan sekaligus berkontribusi nyata pada pencapaian indikator Sustainable Development Goals (SDGs) di wilayah setempat.

Rangkaian acara ditutup dengan amanat Bupati OKU yang disampaikan oleh Kadis PMD Priyatno Darmadi, M.Si., mengenai filosofi "makan bubur panas"—bahwa perubahan ekonomi harus dimulai secara bertahap dari pinggiran atau desa. Pemkab OKU berkomitmen menyelaraskan regulasi dan penganggaran guna mendukung infrastruktur desa. Usai pembukaan, rombongan pejabat melakukan peninjauan lapangan ke tiga titik potensi desa lainnya, yakni fasilitas peternakan ayam petelur BUMDes, kawasan wisata alam Danau Rengas, serta Taman Edukasi Desa Karang Dapo yang menjadi pusat belajar dan rekreasi warga.

Terkini