Rutan Baturaja Manfaatkan Lahan Produktif untuk Pembinaan Kemandirian dan Ketahanan Pangan

September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T16:02:41Z
BATURAJA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan program pembinaan bagi para warga binaan. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan pemanfaatan lahan produktif yang ada di area rutan secara optimal dan berkelanjutan.

Kepala Rutan (Karutan) Baturaja, Fitri Yady, memimpin langsung aksi bercocok tanam tersebut pada pertengahan pekan ini di area pertanian Rutan Baturaja. Kehadiran pimpinan rutan secara langsung di lapangan menegaskan integritas dan keseriusan jajaran manajemen dalam mengawal setiap program pemasyarakatan agar berjalan tepat sasaran.
Tidak bergerak sendirian, Karutan Fitri Yady didampingi oleh jajaran pejabat struktural Rutan Baturaja serta puluhan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Momen kebersamaan ini menciptakan suasana kerja yang harmonis dan inklusif, membakar semangat para warga binaan untuk terlibat aktif dalam mengolah tanah yang mereka kelola.

Dalam kegiatan pemanfaatan lahan produktif kali ini, pelbagai jenis bibit tanaman pangan unggulan mulai ditanam secara sistematis. Adapun komoditas yang dipilih mencakup bibit cabai, semangka, dan kangkung—jenis tanaman harian yang tidak hanya memiliki siklus panen relatif cepat tetapi juga memiliki nilai ekonomi serta konsumsi yang tinggi.
Program penanaman ini digulirkan sebagai langkah nyata Rutan Baturaja dalam merespons arahan pemerintah terkait kemandirian pangan nasional dari lingkup terkecil. Dengan mengkonversi lahan tidur menjadi area hijau yang produktif, Rutan Baturaja membuktikan bahwa keterbatasan ruang tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya dan menghasilkan bahan pangan berkualitas.

Selain berfokus pada hasil panen, agenda utama dari kegiatan ini adalah pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi para warga binaan pemasyarakatan. Melalui pembekalan keterampilan agribisnis dan teknik pertanian praktis ini, para warga binaan diharapkan memiliki keahlian dan modal sosial yang kuat sebagai bekal penting saat mereka selesai menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.
Dampak positif dari pemanfaatan lahan ini juga terasa langsung pada kondisi psikologis para warga binaan di dalam rutan. Aktivitas fisik yang produktif seperti bercocok tanam terbukti efektif memberikan kesibukan yang menyehatkan, membangun rasa tanggung jawab atas tanaman yang dirawat, serta mampu menurunkan tingkat stres di lingkungan pemasyarakatan.

Dari tanah yang dirawat dan dikelola dengan penuh kesungguhan ini, Rutan Baturaja berhasil menumbuhkan benih kemandirian, keberlanjutan, serta harapan baru. Langkah kecil yang berdampak besar ini menjadi bukti nyata bahwa proses pemasyarakatan mampu mengubah tantangan menjadi peluang yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Terkini