BATURAJA – Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SDIT Izzatul Ummah Baturaja pada Senin pagi, 11 Mei 2026. Seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran guru hingga puluhan siswa, berkumpul dengan seragam lengkap untuk melaksanakan Upacara Bendera rutin. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kedisiplinan kepada seluruh peserta didik di lingkungan sekolah.
Dalam upacara kali ini, Nila Astuti S.Pd bertindak sebagai Pembina Upacara yang memberikan amanat membakar semangat. Beliau menekankan pentingnya menjaga integritas dan karakter sesuai dengan visi sekolah, yaitu mencetak generasi yang Beriman, Mandiri, dan Cerdas. Kehadiran beliau memberikan wibawa tersendiri dalam rangkaian upacara yang menjadi bagian dari persiapan menyambut Tahun Ajaran baru 2026/2027 melalui program SPMB.
Ketangkasan para petugas upacara menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan tersebut. Rajendra Tradika Khalid tampil sangat percaya diri saat mengomandoi barisan sebagai Pemimpin Upacara. Koordinasi yang rapi ini tidak lepas dari peran Rayhan Abdul Aziz yang bertanggung jawab sebagai pengatur Tata Upacara, memastikan setiap transisi agenda berjalan mulus tanpa hambatan berarti
Momen sakral pengibaran bendera Merah Putih dilaksanakan dengan sempurna oleh trio pengibar bendera: Nisya Aprilia Wilson, Dinda Arsaluna, dan Moriza Syakinsaya. Ketiganya menunjukkan sinkronisasi langkah yang presisi, diiringi oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menggema kuat. Keberhasilan pengibaran bendera ini menjadi simbol kesiapan mental siswa dalam menghargai jasa para pahlawan bangsa.
Pembacaan teks-teks penting juga berlangsung dengan penuh penghayatan. Hilyah Abidah membacakan Pembukaan UUD 1945 dengan lantang, disusul oleh Elmoza yang membacakan Teks Pancasila yang diikuti secara serempak oleh seluruh peserta upacara. Tak lupa, Asyfa Salsa Billa memandu pembacaan Janji Siswa sebagai bentuk komitmen para pelajar SDIT Izzatul Ummah untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik sekolah.
Sisi artistik upacara diperkuat oleh penampilan tim Paduan Suara yang dipimpin oleh Dirigen Vica Arsyla. Kelompok suara yang terdiri dari sembilan siswa berbakat, di antaranya Jihan Syakira, Aqila Ulfa Nadhifa, hingga Muhamad Dimas Alparo, memberikan harmoni nada yang menambah kekhusyukan suasana. Kolaborasi suara mereka menciptakan atmosfer nasionalisme yang kental di tengah lapangan upacara
Sebagai penutup yang menyejukkan hati, Muhammad Rafisqi memimpin pembacaan doa dengan sangat khusyuk. Doa tersebut dipanjatkan demi keselamatan bangsa, kelancaran proses belajar mengajar di SDIT Izzatul Ummah, serta keberkahan bagi seluruh orang tua dan guru. Akhir upacara ditandai dengan pembubaran barisan yang dilakukan dengan tertib oleh masing-masing pemimpin pasukan.
Pihak sekolah berharap melalui upacara ini, pesan-pesan moral dan kebangsaan dapat terpatri kuat di hati para siswa. SDIT Izzatul Ummah terus membuka pintu komunikasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan kegiatan sekolah melalui kanal media sosial resmi di Facebook dan Instagram, atau melalui layanan WhatsApp di nomor 089627879115.