Menjelang momentum sakral arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada tahun 2026, Polres Ogan Komering Ulu (OKU) mengambil langkah taktis untuk menjamin keselamatan masyarakat. Di bawah instruksi langsung Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., korps Bhayangkara ini menginisiasi aksi cepat perbaikan infrastruktur jalan. Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi kepolisian dalam meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas yang kerap meningkat seiring dengan melonjaknya volume kendaraan saat libur lebaran.
Peristiwa yang menjadi sorotan publik ini berlangsung pada Sabtu sore, 28 Februari 2026, mulai pukul 16.00 WIB. Pemilihan waktu di akhir Februari ini dianggap sangat strategis karena memberikan jeda waktu yang cukup bagi material aspal untuk mengeras sempurna sebelum dihantam beban kendaraan berat saat puncak arus mudik Maret mendatang. Fokus utama kegiatan dipusatkan di ruas Jalan Garuda Lintas Sumatera, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, yang merupakan urat nadi transportasi logistik utama di Pulau Sumatera.
Kegiatan ini bukan merupakan aksi tunggal, melainkan sebuah simfoni kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan berbagai stakeholder penting. Personel Polres OKU bahu-membahu dengan prajurit TNI dari Kodim 0403 OKU, jajaran Pemerintah Kabupaten OKU, hingga tim teknis dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan. Kehadiran unsur Forkopimda dan Camat Baturaja Timur di lapangan menegaskan bahwa urusan keselamatan infrastruktur adalah prioritas nasional yang memerlukan kerja sama kolektif.
Secara teknis, perbaikan dilakukan dengan metode patching atau penambalan lubang-lubang jalan yang menganga serta pengaspalan ulang pada area yang mengalami deformasi parah. Para petugas di lapangan memastikan setiap celah pada permukaan aspal tertutup rapat agar tidak ada lagi jebakan maut bagi pengendara, khususnya pengguna roda dua yang paling rentan terjatuh akibat jalan berlubang. Dengan kondisi jalan yang kembali rata, diharapkan aliran arus lalu lintas antarprovinsi dapat berjalan lebih dinamis dan lancar tanpa hambatan fisik.
Selain fokus pada permukaan aspal, aksi ini juga mencakup kegiatan "Kurve" atau kerja bakti pembersihan lingkungan di sekitar bahu jalan. Menggunakan peralatan seperti sekop, cangkul, dan alat pemotong rumput, para personel membersihkan sampah visual serta merapikan tanaman liar yang menutupi marka jalan. Pembersihan ini krusial untuk memperluas jarak pandang (sight distance) para pengemudi, sehingga mereka dapat mengantisipasi tikungan atau kendaraan dari lawan arah dengan lebih baik, sekaligus menjaga estetika jalur utama kabupaten.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan pengejawantahan dari Program "BELIDA" (Berlandaskan Empati, Melayani dengan Ketulusan, dan Responsif) yang digagas oleh Kapolda Sumatera Selatan. Program ini menuntut Polri untuk selalu peka terhadap keluhan masyarakat, termasuk mengenai kerusakan jalan yang seringkali menjadi pemicu kerugian material maupun nyawa. Melalui aksi ini, Polres OKU berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman (sense of security) bagi para pemudik yang akan melintasi wilayah OKU.
Lebih jauh lagi, inisiatif lokal ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap visi nasional, yakni Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah). Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pada percepatan perbaikan infrastruktur dasar dan peningkatan kepedulian lingkungan. Dengan menyelaraskan program kepolisian dan agenda nasional, perbaikan jalan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melayani kebutuhan mendasar rakyatnya hingga ke tingkat daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan perbaikan di Jalan Garuda ini berakhir dengan situasi yang aman, tertib, dan terkendali. Keberhasilan aksi ini diharapkan menjadi standar bagi penanganan jalur mudik di titik-titik rawan lainnya di wilayah Sumatera Selatan. Polres OKU tetap mengimbau kepada calon pemudik agar selalu waspada dan mematuhi rambu lalu lintas, sementara upaya kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi terciptanya mudik yang ceria, aman, dan penuh makna pada tahun 2026 ini.