Demi Kenyamanan Pemudik, Petugas Gabungan Siaga 24 Jam di Stasiun KA Baturaja Selama Lebaran 2026

Maret 16, 2026 WIB Last Updated 2026-03-16T14:10:43Z
BATURAJA – Keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jasa transportasi kereta api menjadi prioritas utama pihak kepolisian dalam menyambut perayaan Idul Fitri 1447 H. Personel Pos Pengamanan (Pos PAM) Terpadu Stasiun Kereta Api Baturaja secara konsisten meningkatkan intensitas pengamanan terhadap para pemudik yang tiba maupun berangkat. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian arus mudik dan balik berjalan tanpa kendala keamanan yang berarti di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan Operasi Ketupat Musi Tahun 2026, sebuah operasi kemanusiaan terpusat yang difokuskan pada pengamanan hari raya. Fokus utama petugas adalah melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas penumpang di area vital, mulai dari pintu masuk, area tunggu, hingga peron kedatangan dan keberangkatan. Pada Senin (15/03/2026), situasi di Stasiun Baturaja terpantau sibuk namun tetap terkendali di bawah pengawasan ketat petugas gabungan.

Operasi di lapangan dipimpin langsung oleh Kapospam Terpadu Stasiun Kereta Api Baturaja, Ipda Deni Arfan, SE., M.Si. Bersama jajaran personel dari berbagai unsur terkait, Ipda Deni memastikan bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat dapat dirasakan langsung melalui rasa aman. Kehadiran petugas berseragam di titik-titik strategis bertujuan untuk menekan niat maupun kesempatan bagi pelaku tindak kriminalitas yang kerap memanfaatkan keramaian arus mudik

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya berdiri berjaga, tetapi juga aktif melakukan interaksi edukatif dengan para penumpang. Petugas memberikan imbauan secara langsung kepada pemudik agar selalu waspada dan menjaga barang bawaan berharga seperti perhiasan, ponsel, dan dokumen penting. Edukasi ini dianggap krusial agar masyarakat tidak menjadi korban aksi kejahatan seperti copet atau penipuan yang berpotensi terjadi di area publik yang padat.

Selain fokus pada titik kumpul penumpang, personel Pos PAM Terpadu juga melakukan patroli bergerak (mobile) di area luar dan sekeliling stasiun. Patroli ini bertujuan untuk menjamin keamanan para penumpang yang baru saja turun dari kereta agar dapat menuju kendaraan jemputan atau transportasi lanjutan dengan selamat. Pengawasan di area parkir dan pintu keluar stasiun diperketat guna mengantisipasi adanya gangguan premanisme maupun pembiasaan tarif transportasi yang tidak resmi.

Berdasarkan data monitoring yang dilaporkan oleh Ipda Deni Arfan, tercatat sudah ada ratusan penumpang yang memadati Stasiun Kereta Api Baturaja setiap harinya. Fluktuasi jumlah penumpang ini diprediksi akan terus meningkat mendekati hari H lebaran. Oleh karena itu, pemantauan volume penumpang dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan strategi pengamanan di lapangan agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan di area peron.

Ipda Deni Arfan menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan monitoring ini merupakan prosedur rutin yang ditingkatkan selama berlangsungnya Operasi Ketupat Musi 2026. Tujuannya sangat jelas, yakni menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif. "Kami memastikan seluruh rangkaian aktivitas penumpang di Stasiun Baturaja berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dengan hati yang tenang," tegasnya dalam sela-sela kegiatan.

Sebagai penutup, pengamanan intensif ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik terhadap kesiapan aparat dalam mengawal tradisi tahunan lebaran. Dengan sinergi yang kuat antara petugas keamanan dan kesadaran masyarakat untuk tetap waspada, diharapkan arus mudik dan balik melalui jalur kereta api di Baturaja tahun 2026 ini tidak mengalami gangguan keamanan yang menonjol. Pelayanan prima ini akan terus berlanjut hingga masa operasi dinyatakan berakhir oleh Mabes Polri

Terkini