BATURAJA – Kemenangan signifikan Iskandar, mantan Bupati OKI dua periode, dalam Pileg DPR RI 2024 di Desa Lubuk Batang Lama, Kecamatan Lubuk Batang, tidak lepas dari peran strategis Yudi Purna Nugraha (YPN). Politisi PAN tersebut dinobatkan sebagai "arsitek" di balik layar yang berhasil mengonsolidasi dukungan warga hingga Iskandar mampu meraup lebih dari 1.000 suara di desa tersebut. Keberhasilan ini menjadi salah satu pilar utama yang mengantarkan Iskandar melenggang mulus menuju Gedung Senayan sebagai wakil rakyat
Sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur, YPN memboyong langsung Iskandar kembali ke kampung halamannya di Desa Lubuk Batang Lama pasca-pelantikan Pemuda Muhammadiyah di Baturaja baru-baru ini. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan agenda penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menunjukkan tanggung jawab moral kepada konstituen. Kehadiran dua tokoh ini disambut hangat oleh warga yang telah memberikan kepercayaan besar pada pesta demokrasi lalu.
Dalam rangkaian agenda tersebut, YPN secara resmi memperkenalkan Iskandar kepada masyarakat sebagai tokoh nasional sekaligus adik kandung dari Hatta Rajasa. YPN menekankan bahwa soliditas warga Lubuk Batang Lama adalah kunci utama kemenangan PAN di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran Iskandar di tengah-tengah warga merupakan bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang tidak akan dilupakan setelah masa pemilihan usai.
Iskandar sendiri secara terbuka mengakui peran krusial YPN dan loyalitas warga desa dalam menentukan langkah politiknya. Ia menyatakan bahwa perolehan suara di desa ini merupakan yang terbesar bagi dirinya di Kabupaten OKU, sehingga ia menganggap dukungan tersebut sebagai "utang politik" yang harus segera dilunasi. "Ini menjadi catatan penting bagi saya pribadi untuk memberikan timbal balik berupa kerja nyata bagi kemajuan desa ini," tegas Iskandar di hadapan warga.
Sebagai anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, Iskandar langsung menunjukkan komitmennya dengan meninjau fasilitas sosial dan keagamaan, termasuk Masjid Al Falah. Saat menunaikan salat Jumat berjamaah, ia dengan jeli menyoroti kondisi teknis pengeras suara masjid yang sudah tidak optimal. Dengan nada berseloroh namun serius, ia menyebut suara toa yang berdengung sebagai tanda bahwa perangkat tersebut sudah saatnya diganti dengan yang lebih layak.
Tidak menunggu waktu lama, Iskandar langsung memberikan bantuan konkret berupa unit AC dan perangkat wireless untuk menunjang sistem suara di Masjid Al Falah. Tindakan ini merupakan langkah awal dari rangkaian bantuan yang direncanakan untuk meningkatkan kenyamanan ibadah warga. Ia pun menginstruksikan YPN untuk mencatat kebutuhan-kebutuhan mendesak lainnya di desa tersebut agar dapat segera ditindaklanjuti secara sistematis.
Selain masalah fasilitas masjid, Iskandar juga merespons aspirasi krusial terkait infrastruktur desa, yakni kondisi jembatan gantung yang memprihatinkan. Berdasarkan laporan tokoh masyarakat, Muhtasor Zaki, lantai jembatan yang masih berbahan kayu sudah banyak yang rusak dan sempat memakan korban. Warga berharap agar lantai kayu tersebut segera diganti dengan plat besi yang lebih kokoh dan aman untuk mobilitas sehari-hari.
Menanggapi permintaan tersebut, Iskandar berjanji akan memperjuangkan anggaran renovasi jembatan tersebut melalui jalurnya di Komisi VI DPR RI. Ia meminta Kepala Desa Lubuk Batang Lama, Jus Imani, untuk segera menyusun proposal teknis agar bantuan bisa segera diproses secara formal. Iskandar bahkan memberikan jaminan tegas bahwa jika jalur birokrasi menemui kendala, ia siap turun tangan memberikan bantuan secara pribadi demi keselamatan dan kesejahteraan warga.