Baturaja – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali menunjukkan taringnya dalam memerangi peredaran gelap narkotika di dalam sistem pemasyarakatan. Pada Selasa (24/02/2026), jajaran pimpinan dan staf Rutan menggelar aksi nyata berupa pemeriksaan tes urine massal. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap tantangan kerawanan narkoba yang sering menjadi isu krusial di lingkungan penjara.
Kegiatan yang berlangsung di area internal Rutan ini tidak hanya menyasar para pegawai yang bertugas, tetapi juga melibatkan perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dipilih secara acak. Langkah inklusif ini bertujuan untuk memastikan bahwa komitmen "Bersih dari Narkoba" (Bersinar) tidak hanya berlaku bagi penghuni, tetapi juga dijunjung tinggi oleh para petugas sebagai garda terdepan pengamanan
Pelaksanaan tes urine ini merupakan implementasi langsung dari arahan pusat, yakni 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kebijakan tersebut menekankan pada penguatan fungsi pengamanan dan menciptakan ekosistem pemasyarakatan yang sehat. Dengan menjalankan instruksi ini, Rutan Baturaja berupaya menyelaraskan langkah dengan visi kementerian dalam membangun institusi yang bersih dan berintegritas tinggi.
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menjelaskan bahwa deteksi dini melalui uji laboratorium urine adalah instrumen vital yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, integritas petugas adalah fondasi utama dalam menjalankan pembinaan. Tanpa petugas yang bersih, mustahil program pembinaan bagi warga binaan dapat berjalan dengan optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas setelah mereka bebas nanti.
"Kami tidak main-main dengan urusan narkoba. Tes urine ini adalah bagian dari upaya preventif sekaligus pengawasan internal untuk memastikan bahwa Rutan Baturaja steril dari penyalahgunaan barang terlarang tersebut," tegas Fitri Yady di sela-sela memantau jalannya pemeriksaan. Ia menambahkan bahwa sikap tegas ini adalah harga mati demi menjaga muruah instansi di mata publik.
Secara teknis, proses pengambilan sampel dilakukan dengan prosedur yang sangat ketat dan transparan. Tim medis Rutan Baturaja dikerahkan untuk melakukan pengawalan mulai dari pengambilan sampel hingga proses pengujian menggunakan alat tes standar medis. Hal ini dilakukan guna menghindari adanya manipulasi sampel, sehingga hasil yang didapatkan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil di lapangan
Setelah melalui rangkaian pemeriksaan yang komprehensif terhadap puluhan pegawai dan sampel acak dari warga binaan, hasil akhir menunjukkan kabar menggembirakan. Seluruh peserta tes dinyatakan negatif dari zat narkotika. Hasil nihil penyalahgunaan ini menjadi bukti konkret bahwa pengawasan internal dan program pembinaan mental yang selama ini dijalankan di Rutan Baturaja berada pada jalur yang benar.
Menutup kegiatan tersebut, pihak Rutan menegaskan bahwa aksi ini bukanlah yang terakhir. Kedepannya, tes urine serupa akan terus dilaksanakan secara berkala maupun mendadak (incognito) untuk menjaga konsistensi lingkungan yang sehat. Dengan keberhasilan ini, Rutan Baturaja optimis dapat terus meningkatkan standar pelayanan publik dan mendukung penuh akselerasi program kerja Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.