Kapolda Sumsel Tegaskan Sinergi Forkopimda: Pastikan Ramadhan 1447 H Aman dan 'Zero Conflict

Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-24T07:04:05Z

PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menegaskan komitmen institusinya dalam melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan terukur demi menjaga kesucian bulan Ramadhan. Komitmen ini disampaikan secara langsung dalam agenda Safari Ramadhan 1447 H bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Masjid Al-Adli, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, pada Senin malam, 23 Februari 2026.

Langkah penguatan keamanan ini diambil karena bulan Ramadhan merupakan periode dengan eskalasi aktivitas masyarakat yang meningkat secara signifikan, baik untuk ibadah maupun kebutuhan ekonomi. Kapolda menekankan bahwa stabilitas kamtibmas menjadi prioritas utama Polda Sumsel guna memastikan umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Setiap potensi gangguan, mulai dari aksi premanisme, konflik sosial, hingga tindak kriminalitas jalanan, menjadi atensi khusus yang akan diantisipasi melalui pengawasan ketat di seluruh wilayah hukum Sumatera Selatan.

Dalam implementasinya, Polda Sumsel telah menginstruksikan seluruh jajaran Polres untuk memperkuat patroli terpadu dan pengamanan di titik-titik krusial seperti rumah ibadah dan pusat keramaian. Selain itu, fungsi deteksi dini ditingkatkan untuk memetakan potensi konflik sejak awal agar tidak berkembang menjadi gangguan nyata. Strategi ini mengedepankan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat, sehingga kehadiran polisi dapat dirasakan langsung sebagai pelindung dan pengayom selama bulan suci.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas soliditas yang ditunjukkan oleh unsur TNI, Polri, dan instansi vertikal lainnya. Menurut Gubernur, stabilitas keamanan bukan sekadar tugas kepolisian, melainkan fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa tanpa situasi yang kondusif, program kesejahteraan masyarakat tidak akan dapat berjalan optimal, sehingga sinergi antarlembaga menjadi harga mati yang harus terus dirawat.

Lebih lanjut, Gubernur Herman Deru menggaungkan visi "Sumsel Zero Conflict" sebagai identitas provinsi yang harus dijaga bersama oleh seluruh pemangku kepentingan. Visi ini menitikberatkan pada pencegahan gesekan antarwaktu dan antarkelompok, terutama di masa-masa sensitif seperti perayaan hari besar keagamaan. Sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Pangdam II/Sriwijaya, serta Kejaksaan Tinggi diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah persatuan

Menanggapi visi tersebut, Kapolda Sumsel memastikan bahwa meskipun pendekatan preventif atau pencegahan tetap diutamakan melalui edukasi masyarakat, pihaknya tidak akan ragu melakukan tindakan represif. Tindakan tegas akan diambil secara cepat dan transparan apabila ditemukan pelanggaran hukum yang nyata, terutama terkait peredaran narkotika yang kerap memanfaatkan momentum keramaian. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjamin bahwa hukum tetap tegak berdiri di atas kepentingan pihak-pihak yang mencoba mengganggu ketertiban.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa instruksi Kapolda telah diturunkan hingga ke level Polsek untuk meningkatkan intensitas patroli malam dan pengawasan titik rawan tawuran atau balap liar. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional, memastikan bahwa setiap tindakan petugas di lapangan memiliki dasar hukum yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Koordinasi lintas sektor juga diperketat guna mencegah eskalasi konflik sosial di tengah masyarakat.

Kegiatan Safari Ramadhan ini diakhiri dengan rangkaian ibadah sholat Isya berjamaah, tausiyah singkat, dan sholat Tarawih bersama yang diikuti oleh jajaran pimpinan tinggi Sumsel, termasuk Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Kajati Sumsel Dr. Ketut Sumedana. Kehadiran para tokoh kunci ini mencerminkan komitmen kolektif dalam menjaga supremasi hukum, sekaligus memberikan pesan kuat kepada masyarakat bahwa Sumatera Selatan berada dalam kondisi yang aman, nyaman, dan tertib sepanjang Ramadhan 1447 H.

Terkini