Baturaja – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas sarana dan prasarana penunjang kedinasan. Pada Sabtu pagi (28/02/2026), jajaran pengelolaan sarana dan prasarana melakukan aksi nyata berupa perawatan dan pemeliharaan menyeluruh terhadap armada mobil transportasi pemasyarakatan (Transpas). Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab institusi dalam memastikan setiap aset negara berada dalam kondisi terbaik untuk mendukung operasional harian.
Kegiatan pemeliharaan yang dipusatkan di area parkir operasional Rutan Baturaja ini dipimpin langsung oleh jajaran administrasi dan pemeliharaan. Sejak pagi hari, para petugas teknis melakukan inspeksi mendalam terhadap unit kendaraan yang menjadi tulang punggung mobilitas warga binaan tersebut. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa tidak ada satu pun komponen kendaraan yang mengalami aus atau kerusakan tersembunyi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Secara teknis, pemeliharaan dilakukan melalui prosedur yang sangat ketat, mencakup pengecekan mesin secara detail, pengujian sistem pengereman, hingga pemeriksaan jalur kelistrikan. Tidak hanya berhenti pada aspek mekanis, petugas juga memberikan perhatian khusus pada kebersihan interior dan eksterior kendaraan. Hal ini dilakukan agar tampilan kendaraan tetap representatif sebagai aset instansi pemerintah sekaligus memberikan kenyamanan bagi siapapun yang berada di dalamnya
Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, dalam keterangannya menegaskan bahwa mobil Transpas merupakan aset vital yang tidak boleh terabaikan perawatannya. Menurutnya, kendaraan ini memiliki frekuensi penggunaan yang tinggi untuk mobilisasi warga binaan, baik dalam rangka mengantar jemput tahanan menuju persidangan di pengadilan maupun untuk keperluan mutasi atau pemindahan narapidana antar-Lapas dan Rutan di wilayah Sumatera Selatan.
Alasan utama di balik rutinnya perawatan ini adalah faktor keamanan dan keselamatan yang menjadi prioritas tertinggi bagi petugas maupun warga binaan. Fitri Yady menyatakan bahwa kendala teknis di tengah jalan, seperti mogok atau kegagalan rem, adalah risiko yang tidak bisa ditoleransi. Oleh karena itu, kondisi kendaraan harus selalu dipastikan dalam keadaan prima guna menghindari potensi gangguan keamanan yang mungkin timbul selama proses perjalanan di area publik.
Lebih jauh lagi, pemeliharaan berkala ini dipandang sebagai bagian dari strategi "Deteksi Dini" terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib). Dengan memastikan armada siap pakai 24 jam, Rutan Baturaja mampu merespons kebutuhan mendesak atau situasi darurat kapan pun diperlukan tanpa harus terkendala hambatan logistik. Kesiapan armada mencerminkan kesiapan institusi dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
Dari sisi kemanusiaan, pembersihan interior mobil secara rutin juga menjadi poin krusial yang ditegaskan oleh manajemen Rutan. Interior yang bersih dan sehat merupakan bentuk pemenuhan hak-hak warga binaan dan standar kerja yang layak bagi petugas pengawal. Hal ini sejalan dengan prinsip dasar sistem pemasyarakatan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aspek pelayanan publiknya.
Melalui upaya pemeliharaan yang konsisten ini, diharapkan seluruh agenda kedinasan Rutan Baturaja dapat terlaksana secara tepat waktu, aman, dan kondusif. Dengan armada yang andal, proses antar-jemput tahanan sidang hingga mutasi narapidana dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga pelayanan hukum bagi warga binaan dapat terus optimal demi tercapainya kepastian hukum dan ketertiban masyarakat.