MUSI BANYUASIN — Polda Sumatera Selatan terus menggenjot penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kepolisian agar makin tanggap di era digital. Langkah nyata ini diwujudkan melalui sosialisasi bertajuk “Transformasi Polri di Era Digital: Penguatan Profesionalisme, Integritas, dan Pelayanan Presisi dalam Mewujudkan Kepercayaan Masyarakat” yang digelar di Markas Komando Polres Musi Banyuasin pada Senin (23/8/2026).
Kegiatan strategis ini diselenggarakan sebagai upaya konkret untuk mempercepat kemampuan adaptasi personel terhadap perkembangan teknologi informasi. Langkah ini dinilai vital guna meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian agar terus berkembang menjadi lebih cepat, transparan, humanis, serta akuntabel di mata publik.
Agenda sosialisasi difasilitasi langsung oleh Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., serta dipimpin oleh Peserta Pendidikan Sespimmen Polri Angkatan LXVII, Tony Saputra. Sebanyak 25 personel perwakilan dari pelbagai fungsi kepolisian—mulai dari SPKT, Reskrim, Intelkam, Binmas, Samapta, Lantas, SDM, hingga Humas—hadir secara aktif dalam pembekalan tersebut.
Urgensi transformasi digital ini dipicu oleh pergeseran karakter masyarakat yang kian kritis serta dinamika pola kejahatan. Kepolisian menilai ancaman keamanan saat ini tidak lagi sebatas kejahatan konvensional, melainkan telah merambah pada kejahatan berbasis teknologi dan ruang siber yang membutuhkan penanganan lebih canggih.
Selama sesi pelatihan, seluruh peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai pemanfaatan teknologi informasi modern hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Teknologi ini diarahkan sebagai instrumen pendukung utama dalam mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas operasional kepolisian dan peningkatan standar pelayanan publik.
Materi sosialisasi turut menekankan implementasi lima nilai utama pelayanan Presisi, yaitu Cepat, Mudah, Transparan, Humanis, dan Akuntabel (CMTHA). Lebih dari sekadar teori, para peserta diajak berdiskusi secara interaktif untuk merumuskan langkah perbaikan nyata (quick win) yang dapat langsung diterapkan pada satuan kerja masing-masing.
Peserta Pendidikan Sespimmen Polri Angkatan LXVII, Tony Saputra, menegaskan bahwa esensi transformasi bukan sekadar adopsi perangkat lunak atau teknologi baru. Menurutnya, hal terpenting adalah transformasi budaya kerja dan pola pikir (mindset) setiap anggota Polri sebagai fondasi utama representasi institusi.
Apresiasi tinggi datang dari Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., yang menekankan bahwa penguasaan teknologi harus selalu berjalan sejajar dengan profesionalisme, integritas, dan sikap humanis. Melalui penguatan SDM ini, Polda Sumsel berkomitmen menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan.