Rutan Baturaja Gaet PDM OKU, Perkuat Pembinaan Mental dan Spiritual Warga Binaan

Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T13:59:50Z
BATURAJA — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui sinergi lintas sektor. Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kegiatan strategis yang berlangsung khidmat di kompleks Rutan Baturaja ini dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, beserta seluruh jajaran pejabat struktural Rutan. Sementara dari pihak mitra, hadir secara langsung Ketua PDM OKU yang didampingi oleh jajaran pengurus daerah Muhammadiyah Kabupaten OKU untuk meresmikan komitmen bersama tersebut.
Pelaksanaan penandatanganan kerja sama di tingkat daerah ini diselenggarakan berbarengan dengan agenda MoU tingkat provinsi antara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan dan Kantor Wilayah Ditjenpas Sumsel. Prosesi di tingkat wilayah tersebut diikuti oleh seluruh jajaran secara interaktif melalui sambungan virtual dari aula Rutan Baturaja.

Kolaborasi ini digagas sebagai respon nyata atas kebutuhan penguatan program pembinaan kepribadian bagi para warga binaan yang berada di Rutan Baturaja. Sinergi ini bertujuan untuk menghadirkan pembinaan mental, spiritual, serta pembentukan karakter yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan menyentuh aspek substansial dari proses rehabilitasi sosial.
Melalui naskah kerja sama yang telah disepakati, jajaran Rutan Baturaja bersama PDM OKU akan merancang berbagai agenda pembinaan rutin. Program yang disiapkan mencakup bimbingan keagamaan, kajian moral, ceramah motivasi, hingga pendampingan spiritual secara berkala guna memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pembekalan jiwa yang memadai.

Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menegaskan bahwa peranan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah sangat vital dalam menyentuh sisi emosional dan spiritual para penghuni rutan. Menurutnya, pendekatan keagamaan yang konsisten merupakan instrumen paling efektif dalam memicu kesadaran diri serta dorongan untuk bertobat dan memperbaiki pola hidup.
Fitri Yady menyampaikan bahwa maksud dan tujuan utama dari MoU ini adalah untuk membentuk mental dan spiritual warga binaan, serta memperbaiki akhlak dan moral mereka selama menjalani masa pidana. Beliau berharap, setelah menyelesaikan masa hukumannya, para warga binaan dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik, berakhlak mulia, serta siap diterima dengan positif oleh lingkungan sosialnya.

Penandatanganan MoU ini menjadi momentum penting dalam menegaskan keberlanjutan fungsi pemasyarakatan sebagai wadah pembina, bukan sekadar tempat penghukuman. Dengan adanya benteng moral dan pembekalan spiritual yang kuat dari PDM OKU, Rutan Baturaja optimis para warga binaan memiliki landasan jiwa yang kokoh untuk menatap masa depan yang lebih cerah usai bebas nanti.

Terkini