PENINJAUAN – Dalam upaya memperkuat langkah mitigasi dan penanganan cepat tanggap terhadap potensi bencana di sekitar wilayah operasionalnya, Pertamina Hulu Energi (PHE) menginisiasi kegiatan Community Awareness & Emergency Drill. Acara berkonsep sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan tersebut mengusung tema "Bersama Mencegah dan Siaga Menghadapi Keadaan Darurat di Sekitar Wilayah Operasi". Kegiatan strategis ini resmi diselenggarakan pada Selasa, 15 Agustus 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh lintas jajaran Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika), instansi teknis penanggulangan bencana, serta perwakilan masyarakat setempat. Tampak hadir dalam forum tersebut Camat Peninjauan Niovri Zaldy, S.STP, M.Si, Kapolsek Peninjauan Iptu Zulhanas, Danramil 403-02/Peninjauan yang diwakili Batituud Serka Anas, serta PJS Field Manager PHE Risna Dian Purnama. Selain itu, jajaran dinas teknis Kabupaten OKU turut hadir sebagai pemateri utama, yakni Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Yatino, SIP, MM, serta Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Tiara Yuliati, beserta para Kepala Desa dan perwakilan warga dari wilayah Ring 1.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pembukaan secara khidmat melalui penayangan dan nyanyian bersama lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan. Camat Peninjauan, Niovri Zaldy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada manajemen PHE atas kepedulian serta komitmen berkelanjutan dalam menyelenggarakan edukasi keselamatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pihak swasta, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar sangat krusial untuk memastikan wilayah Kecamatan Peninjauan tetap aman dari ancaman kondisi darurat operasional maupun bencana lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, PJS Field Manager PHE, Risna Dian Purnama, menyatakan komitmen penuh perusahaan untuk selalu siap sedia dan berada di garis terdepan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di wilayah operasional Kecamatan Peninjauan. Pihaknya menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh warga Ring 1 yang telah menunjukkan kepedulian serta proaktif dalam menjaga lingkungan. Sinergi ini dinilai menjadi pondasi utama dalam menciptakan sistem peringatan dini yang efektif di tingkat tapak.
Pada sesi pemaparan materi teknis, perwakilan tim HSSE Pertamina Hulu Energi, Ibnu Hidayat, memaparkan secara mendalam mengenai prosedur keselamatan dan pencegahan Karhutla. Dalam paparannya, Ibnu mengimbau secara tegas agar masyarakat tidak mendekati lokasi apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan demi keselamatan jiwa. Ia meminta warga untuk segera mengambil tindakan responsif dengan melaporkan setiap insiden titik api kepada pihak berwenang, seperti Posko Pemadam Kebakaran dan BPBD setempat, agar tindakan pemadaman dapat segera dilakukan secara terukur.
Selanjutnya, Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Kabupaten OKU, Tiara Yuliati, memberikan sosialisasi mengenai pemetaan potensi bencana yang terbagi menjadi tiga kategori, yakni bencana alam, non-alam, dan bencana sosial. Guna meminimalkan dampak risiko di tingkat tapak, Tiara menekankan pentingnya kesadaran mandiri masyarakat, salah satunya dengan wajib menyimpan nomor kontak darurat penanggulangan bencana pada ponsel masing-masing. Ia juga mengingatkan hal-hal kecil yang berpotensi fatal, seperti kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan yang kerap menjadi pemicu awal kebakaran di area vegetasi kering.
Mewakili dinas pemadam kebakaran, Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kab. OKU, Yatino, SIP, MM, mengulas fenomena kebakaran sebagai musibah yang dapat menimpa siapa saja dan kapan saja akibat kobar api yang tak terkendali. Yatino menyoroti kondisi kemarau panjang yang tengah melanda wilayah OKU, di mana guguran dahan dan daun kering yang menumpuk di kebun warga menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Beliau menyayangkan masih maraknya kebiasaan sebagian masyarakat yang membuka lahan pertanian dengan cara dibakar, serta kurangnya pemahaman akan bahaya pembakaran sampah tanpa pengawasan di musim kering.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dipastikan bahwa jajaran Personel Polsek Peninjauan bersama koramil setempat akan terus meningkatkan intensitas koordinasi, patroli bersinergi, dan pengawasan berkala bersama pihak-pihak terkait. Langkah preventif ini berfokus pada pemetaan kawasan rawan Karhutla yang mencakup wilayah Kecamatan Peninjauan hingga Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya. Melalui kolaborasi terpadu antara PHE, aparat keamanan, pemerintah daerah, dan warga Ring 1 ini, diharapkan kesiapsiagaan masyarakat dalam mencegah serta mengantisipasi potensi bahaya Karhutla dapat terwujud secara optimal.