BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesejahteraan para warga binaan yang berada di bawah pengasuhannya. Melalui langkah progresif, pihak rutan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkala. Upaya ini difokuskan penuh untuk memastikan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, mendapatkan hak medis yang layak selama menjalani masa pembinaan.
Dalam mewujudkan komitmen tersebut, Rutan Kelas IIB Baturaja membangun kolaborasi strategis dengan menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Sekarjaya. Sinergi antar-instansi ini diwujudkan melalui program pemeriksaan kesehatan rutin yang digelar di Klinik Pratama Rutan Baturaja pada Jumat (26/06/2026). Langkah jemput bola ini sengaja diambil demi mendekatkan layanan medis profesional langsung ke dalam lingkungan rutan.
Pemeriksaan kesehatan kali ini tidak menyasar seluruh penghuni secara acak, melainkan diprioritaskan secara khusus bagi kelompok warga binaan yang masuk dalam kategori rentan. Mereka adalah para warga binaan lanjut usia (lansia) serta individu yang memiliki riwayat penyakit kronis. Kelompok ini dipilih karena membutuhkan perhatian medis yang jauh lebih intensif dan berkala dibandingkan warga binaan usia produktif lainnya.
Jalannya kegiatan medis ini dipimpin langsung oleh tim tenaga kesehatan profesional dari Puskesmas Sekarjaya, yang diperkuat oleh dokter penanggung jawab serta beberapa perawat. Dengan penuh ketelatenan, tim medis memeriksa satu per satu kondisi fisik para warga binaan yang mengantre. Proses pemeriksaan ini berjalan secara menyeluruh, mulai dari skrining awal hingga tindakan medis dasar.
Secara teknis, rangkaian pemeriksaan penunjang yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah (tensi), pengukuran kadar gula darah, hingga evaluasi kadar kolesterol tubuh. Tidak hanya sekadar memeriksa fisik, tim dokter juga membuka sesi konsultasi langsung agar warga binaan dapat mengeluhkan gangguan kesehatan yang mereka rasakan. Sebagai penutup tindakan, petugas membagikan obat-obatan serta suplemen vitamin secara gratis sesuai dengan resep dan kebutuhan masing-masing pasien.
Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Fitri Yady, menegaskan bahwa kerja sama dengan Puskesmas Sekarjaya ini merupakan implementasi nyata dari pemenuhan hak asasi manusia di bidang kesehatan. Menurutnya, status hukum sebagai warga binaan tidak boleh menghilangkan hak seseorang untuk mendapatkan akses medis yang bermutu. Pihaknya berkomitmen memperlakukan kelompok rentan ini dengan standar kemanusiaan yang tinggi.
"Warga binaan lansia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis memerlukan perhatian serta pemantauan medis yang lebih ketat. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan mereka mendapatkan penanganan yang cepat, tepat, dan setara seperti masyarakat di luar rutan," ujar Fitri Yady saat memantau langsung jalannya pemeriksaan di Klinik Pratama.
Berkat persiapan yang matang, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan sangat tertib, aman, dan tetap mengedepankan protokol kenyamanan bagi para lansia. Di akhir kegiatan, Klinik Pratama Rutan Baturaja menyatakan optimismenya bahwa program rutin ini dapat mempertahankan status zero-case (nol kasus) untuk komplikasi penyakit kronis yang terlambat terdeteksi, sekaligus berhasil menciptakan ekosistem rutan yang jauh lebih sehat dan bersih.