Warga Lengkiti Gempar, Sesosok Mayat Pria Berkaos Pink Tergeletak dengan Luka Gorok

Mei 31, 2026 WIB Last Updated 2026-05-31T11:35:01Z

Masyarakat di kawasan Dusun IV Desa Bumi Kawa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendadak digemparkan oleh penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak kaku di pinggir jalan pada subuh hari. Penemuan jasad tersebut langsung memicu kehebohan luar biasa bagi warga sekitar yang hendak memulai aktivitas pagi mereka, lantaran kondisi korban ditemukan sangat mengenaskan dengan luka parah di bagian leher. Pihak kepolisian sektor setempat yang mendapatkan laporan dari warga segera bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan serta pengamanan area.

Berdasarkan data resmi dan proses identifikasi yang dilakukan oleh pihak berwajib di lapangan, korban diketahui bernama Rahan Randi Bin Ruslan Abdul Gani (Alm), seorang pria berusia 31 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai petani. Korban sendiri merupakan warga setempat yang berdomisili di lingkungan Dusun IV Desa Bumi Kawa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten OKU. Kepergian korban yang mendadak dengan kondisi tidak wajar ini menyisakan duka yang sangat mendalam dan syok berat bagi pihak keluarga serta kerabat dekatnya.
Peristiwa yang menggegerkan ini pertama kali terungkap pada hari Minggu, tanggal 31 Mei 2026, sekira pukul 04.30 WIB di pinggir jalan umum Dusun IV Desa Bumi Kawa. Pada waktu menjelang subuh tersebut, seorang saksi mata yang kebetulan sedang melintas di lokasi dibuat terkejut saat melihat ada tubuh seorang manusia yang berada dalam posisi terlentang di tepi jalan. Saksi yang merasa curiga kemudian mencoba mendekat untuk memastikan kondisi tersebut dan mendapati bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Melihat adanya luka robek menganga yang sangat parah di bagian leher korban serta bercak darah di sekitar lokasi, saksi mata yang ketakutan langsung bergegas melaporkan temuan tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Lengkiti. Mendapat informasi krusial mengenai penemuan mayat yang diduga kuat merupakan korban tindak kekerasan ini, Kapolsek Lengkiti bersama Pamapta dan jajaran personel piket fungsi langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan Tindakan Pertama di TKP (TPTKP) serta langsung memasang garis polisi (police line).
Tidak lama setelah lokasi diamankan oleh personel Polsek Lengkiti, Tim INAFIS dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres OKU tiba di lokasi kejadian untuk menggelar olah TKP secara mendalam demi mengumpulkan bukti-bukti fisik. Pada saat yang bersamaan, tim gabungan yang terdiri dari jajaran Anggota Resmob Polres OKU serta Unit Reskrim Polsek Lengkiti langsung bergerak taktis melakukan pencatatan terhadap saksi-saksi potensial dan melakukan penyelidikan awal (lidik) guna mengungkap kronologi serta latar belakang terjadinya peristiwa berdarah tersebut.

Dari hasil penyisiran dan olah TKP yang dilakukan secara teliti oleh Tim INAFIS dan penyidik, petugas kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting yang melekat pada tubuh korban maupun yang berserakan di sekitar area penemuan jasad. Adapun barang bukti yang berhasil disita dan diamankan oleh petugas meliputi satu helai handuk berwarna pink, satu buah sepasang sendal berwarna putih dengan motif bergaris pink, satu helai baju kaos berwarna pink yang masih dikenakan korban, serta satu helai celana berwarna biru hitam.
Setelah seluruh proses olah TKP dan pengumpulan barang bukti di lokasi selesai dilaksanakan, tim gabungan kepolisian langsung mengevakuasi jenazah jasad Rahan Randi dari pinggir jalan Desa Bumi Kawa untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. Jenazah korban dilarikan menggunakan kendaraan ambulans menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Ibnu Sutowo Baturaja guna menjalani prosedur Visum et Repertum (VER) dari tim medis rumah sakit bersama tim kedokteran kepolisian guna memastikan penyebab ilmiah kematian korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Lengkiti dengan dukungan penuh (back-up) dari Satreskrim Polres OKU masih terus melakukan penyelidikan secara intensif dan mendalam di lapangan guna memburu pelaku atau mengungkap motif di balik kematian tragis petani tersebut. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Lengkiti agar tetap tenang, tidak berspekulasi liar di media sosial, serta segera melaporkan kepada petugas jika memiliki informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tewas.

Terkini