BATURAJA – Pendidikan karakter menjadi fondasi utama yang terus digalakkan oleh Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Izzatul Ummah Baturaja dalam menyambut tahun ajaran baru. Pada penghujung bulan April 2026 ini, lembaga pendidikan yang dikenal dengan slogan "Beriman, Mandiri, dan Cerdas" tersebut mempertegas komitmennya bahwa penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan selaras, bahkan didahului oleh penanaman adab yang kuat bagi seluruh peserta didiknya.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, mengingat tantangan degradasi moral di era digital yang semakin nyata. Pihak sekolah menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim, namun kecerdasan intelektual saja tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan etika yang baik. Oleh karena itu, melalui momentum Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), SD IT Izzatul Ummah menjadikannya sebagai sarana edukasi awal bagi orang tua dan calon siswa mengenai pentingnya mendahulukan akhlak dalam meniti jalan menuntut ilmu.
Secara teologis dan historis, sekolah ini merujuk pada pesan besar Imam Malik rahimahullah yang memerintahkan para penuntut ilmu untuk mempelajari adab sebelum menyentuh disiplin ilmu lainnya. Hal ini menjadi kurikulum dasar yang diterapkan di lingkungan SD IT Izzatul Ummah Baturaja, di mana siswa diajarkan bahwa ilmu yang tinggi tanpa adab hanya akan melahirkan kesombongan, sedangkan ilmu yang didasari adab akan memunculkan keberkahan bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Yusuf bin Al Husein dalam nasihatnya yang dikutip pihak sekolah menjelaskan bahwa dengan mempelajari adab, seorang siswa akan jauh lebih mudah memahami ilmu yang disampaikan oleh guru. Fenomena sulitnya ilmu diserap oleh peserta didik seringkali bukan karena rendahnya daya tangkap, melainkan kurangnya rasa hormat dan tata krama dalam proses belajar mengajar. Dengan adab, pintu-pintu pemahaman akan terbuka lebih lebar karena adanya keridaan antara guru dan murid.
Menariknya, SD IT Izzatul Ummah juga menyoroti teladan dari Abdullah Bin Al Mubarak yang menghabiskan waktu hingga 30 tahun hanya untuk mempelajari adab, sebelum kemudian mempelajari ilmu selama 20 tahun berikutnya. Pesan ini menegaskan bahwa membentuk karakter adalah proses panjang yang membutuhkan ketelatenan. Sekolah ini berupaya menciptakan ekosistem di mana waktu yang dihabiskan siswa di kelas bukan sekadar transfer informasi, melainkan pembiasaan perilaku yang mulia secara berkelanjutan.
Penerapan adab di sekolah ini mencakup banyak aspek, mulai dari kesabaran dalam menghadapi kesulitan belajar hingga cara menyebarkan ilmu kepada sesama. Pihak sekolah meyakini bahwa keteraturan dan kedisiplinan yang berakar dari adab akan secara otomatis meningkatkan kualitas akademik siswa. Dengan demikian, target "Cerdas" yang diusung sekolah tidak akan kosong dari nilai-nilai spiritualitas yang "Beriman" dan ketangguhan yang "Mandiri".
Sehubungan dengan hal tersebut, panitia SPMB SD IT Izzatul Ummah Baturaja secara resmi membuka kesempatan bagi masyarakat di wilayah Ogan Komering Ulu dan sekitarnya untuk mendaftarkan putra-putri mereka pada Tahun Ajaran 2026/2027. Proses penerimaan ini dirancang sedemikian rupa untuk melihat kesiapan mental dan karakter calon siswa, sehingga visi sekolah dalam mencetak generasi rabbani yang berakhlak mulia dapat tercapai secara maksimal sejak dini.
Melalui rilis resmi ini, SD IT Izzatul Ummah Baturaja mengajak seluruh orang tua wali murid untuk bersinergi dalam mengawal tumbuh kembang anak. Dengan semangat bulan April yang penuh inspirasi, sekolah berharap pesan "Adab Sebelum Ilmu" ini dapat menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa kesuksesan sejati seorang anak bukan hanya dilihat dari nilai di atas kertas, melainkan dari sejauh mana mereka mampu menghargai orang lain dan menjaga martabat ilmunya.