Kepolisian Sektor (Polsek) Baturaja Timur kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk personel yang tidak hanya tangguh secara fisik dan hukum, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Pada Kamis pagi, 9 April 2026, instansi ini menggelar kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi internal untuk memastikan bahwa setiap tindakan kepolisian di lapangan didasari oleh nilai-nilai moral yang kuat dan etika profesi yang luhur.
Kegiatan yang dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di Mushola Al-Hakiim, yang berada di lingkungan Mapolsek Baturaja Timur. Dipilihnya waktu pagi hari bertujuan untuk memberikan asupan spiritual bagi para anggota sebelum mereka terjun menghadapi dinamika pelayanan masyarakat yang kompleks sepanjang hari. Suasana khusyuk menyelimuti area rumah ibadah tersebut saat para personel mulai berkumpul dengan penuh antusiasme.
Secara struktural, agenda ini dipimpin oleh Wakapolsek IPTU Fachrizal Effendi, yang hadir mewakili Kapolsek Baturaja Timur. Kehadiran pimpinan di tengah-tengah anggota menunjukkan bahwa penguatan mental merupakan prioritas utama organisasi. Selain Wakapolsek, tampak hadir pula para Kanit (Kepala Unit) serta seluruh personel dari berbagai fungsi, mulai dari intelijen, reserse, hingga bhabinkamtibmas, yang melebur dalam barisan yang sama.
Mengapa kegiatan ini dianggap begitu krusial? Pihak kepolisian menyadari bahwa tantangan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat menuntut ketahanan mental yang luar biasa. Binrohtal menjadi wadah untuk "mengisi ulang" energi positif dan menjaga integritas personel agar terhindar dari penyimpangan perilaku. Dengan keimanan yang terjaga, diharapkan setiap anggota Polri mampu mengambil keputusan yang adil dan humanis saat berhadapan dengan konflik di masyarakat.
Prosesi pembinaan berlangsung dengan rangkaian acara yang tertata rapi dan penuh khidmat. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin secara berjamaah, yang suaranya menggema di seluruh sudut Mushola Al-Hakiim. Ritual ini bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol permohonan perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar para personel selalu diberikan keselamatan dan petunjuk dalam menjalankan tugas negara yang berat.
Setelah pembacaan ayat suci, acara dilanjutkan dengan sesi kultum (kuliah tujuh menit) yang berisi pesan-pesan moral tentang pentingnya kejujuran dan dedikasi. Dalam sesi ini, ditekankan bahwa seragam yang dikenakan adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Para personel tampak menyimak dengan saksama, menciptakan dialog batin yang memperkuat tekad mereka untuk mengabdi lebih baik lagi tanpa pamrih.
Kebersamaan ini ditutup dengan doa bersama yang memohon agar wilayah hukum Baturaja Timur selalu dalam keadaan aman dan tenteram. Selain aspek spiritual, momen ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan rasa kekeluargaan antar-anggota (esprit de corps). Hubungan internal yang harmonis di dalam markas diyakini akan berdampak positif pada kualitas kerja sama tim saat melaksanakan operasi kepolisian di lapangan.
Hingga berakhirnya acara, seluruh rangkaian kegiatan Binrohtal berjalan dengan sangat lancar tanpa kendala berarti. Situasi di lokasi terpantau aman, kondusif, dan terkendali, mencerminkan kedisiplinan tinggi dari para peserta. Dengan semangat baru yang didapat dari Mushola Al-Hakiim, personel Polsek Baturaja Timur siap kembali terjun ke tengah masyarakat dengan hati yang bersih dan mental yang baja.