Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai: Sinergi Polda Sumsel, TNI, dan Pemda Amankan Mudik Lebaran

Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T08:20:56Z
PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel dan unsur Forkopimda secara resmi memulai Operasi Ketupat Musi 2026 melalui apel gelar pasukan yang dilaksanakan secara khidmat. Penyelenggaraan apel ini bertujuan untuk meninjau kesiapan akhir seluruh personel pengamanan, armada, serta sarana pendukung lainnya sebelum diterjunkan ke titik-titik krusial di seluruh wilayah Sumatera Selatan selama masa perayaan Idulfitri 1447 H.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bertindak sebagai pimpinan apel dan membacakan amanat langsung dari Kapolri di hadapan ribuan peserta yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dishub, hingga Satpol PP. Dalam amanat tersebut, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan momentum krusial untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman dan nyaman, terutama saat mobilitas warga mencapai puncaknya di periode Lebaran tahun ini.

Operasi Ketupat Musi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Penentuan linimasa ini didasarkan pada perhitungan puncak arus mudik dan balik yang diperkirakan akan terjadi lebih awal tahun ini. Sebagai simbol dimulainya operasi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho bersama jajaran pimpinan daerah secara simbolis menyematkan pita operasi kepada perwakilan personel dari berbagai satuan fungsi.

Tantangan pengamanan tahun ini diprediksi lebih besar mengingat proyeksi mobilitas masyarakat secara nasional mencapai angka 143,9 juta orang berdasarkan survei Kementerian Perhubungan. Lonjakan signifikan ini menuntut Polda Sumsel untuk bekerja ekstra keras dalam memetakan titik-titik rawan macet dan kecelakaan. Koordinasi lintas fungsi yang melibatkan satuan Lalu Lintas, Intelijen, Reserse, hingga Brimob pun diperkuat untuk mendeteksi dini setiap potensi gangguan keamanan di lapangan.

Dalam aspek teknis di lapangan, Polri bersama instansi terkait telah menyiagakan total 2.746 pos pengamanan yang terbagi menjadi Pos Pengamanan (Pospam), Pos Pelayanan (Posyan), dan Pos Terpadu. Pos-pos ini tersebar merata di jalur mudik utama, pusat perbelanjaan, objek vital nasional, hingga titik penyeberangan. Keberadaan pos-pos ini tidak hanya sebagai pusat komando pengamanan, tetapi juga tempat istirahat bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan jauh.

Guna mengurai kepadatan arus lalu lintas, Polda Sumsel telah menyiapkan berbagai skema rekayasa jalan yang dinamis. Strategi yang diterapkan meliputi pemberlakuan sistem satu arah (one way), contra flow, hingga kebijakan ganjil-genap pada ruas jalan tertentu yang dinilai memiliki volume kendaraan tinggi. Selain itu, pembatasan operasional angkutan barang juga diberlakukan pada jam-jam sibuk untuk memberikan prioritas bagi kendaraan pribadi dan angkutan penumpang.

Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, menekankan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas kepolisian, melainkan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Ia menyatakan bahwa seluruh personel, termasuk dukungan dari Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana dan para pejabat utama, berkomitmen penuh agar setiap warga dapat sampai ke kampung halaman dengan selamat. Fokus pengamanan juga mencakup jalur perairan melalui Direktorat Polisi Air dan Udara demi menjamin keamanan moda transportasi sungai.

Sebagai penutup, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memanfaatkan fasilitas pos pelayanan yang tersedia. Dengan semangat "Mudik Aman, Keluarga Bahagia", diharapkan sinergi antara petugas dan kesadaran masyarakat dapat menciptakan suasana Idulfitri yang kondusif di Bumi Sriwijaya. Seluruh personel akan tetap siaga hingga masa operasi berakhir demi memastikan situasi tetap terkendali.

Terkini