Implementasikan Program Kapolri, Personel Polsek Pengandonan OKU Turun Langsung Kawal Penanaman Jagung Desa

Maret 11, 2026 WIB Last Updated 2026-03-11T17:39:07Z
BATURAJA – Langkah nyata dalam memperkuat kedaulatan pangan terus digalakkan di tingkat desa. Pada Selasa pagi, 10 Maret 2026, sebuah inisiatif strategis berupa penanaman jagung secara massal dilaksanakan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kegiatan ini dimulai tepat pukul 08.00 WIB 

sebagai bentuk respons cepat terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
​Kegiatan krusial ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan lintas sektoral. Kapolsek Pengandonan AKP Haryanto, S.IP, menunjukkan dukungannya dengan mengutus Kanit Binmas Aipda Erwin Sasono dan Kanit Provos Aipda Selamet Widodo untuk turun langsung ke lapangan. Tak ketinggalan, Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Pura Bripka Yoan Imam Muslimin, Kepala Desa setempat, tenaga ahli dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bernama Imam, serta Junaidi selaku pemilik lahan, turut serta menyukseskan agenda tersebut.

Lahan pertanian seluas kurang lebih 1,5 hektare milik Junaidi dipilih menjadi titik fokus penanaman kali ini. Lokasi yang strategis di Desa Tanjung Pura ini diproyeksikan menjadi percontohan bagi pemanfaatan lahan warga lainnya agar lebih produktif. Kanit Binmas Aipda Erwin Sasono, yang mewakili Kapolsek, melakukan peninjauan mendalam untuk memastikan kesiapan kondisi tanah dan teknis penanaman agar hasil yang dicapai nantinya dapat maksimal sesuai target.

Secara filosofis dan praktis, penanaman jagung ini merupakan bagian integral dari upaya besar mendukung swasembada pangan nasional. Pemerintah berharap melalui peningkatan produksi jagung di level desa, ketergantungan terhadap komoditas impor dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, penguatan ketahanan pangan di daerah dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, mengingat jagung adalah salah satu komoditas utama yang dibutuhkan berbagai sektor.

Lebih jauh lagi, aksi ini merupakan implementasi langsung dari program kerja Kapolri yang berkomitmen membantu pemerintah dalam memutus atau memperpendek rantai distribusi hasil pertanian. Selama ini, rantai distribusi yang terlalu panjang seringkali merugikan petani dan membuat harga di pasar melonjak. Dengan keterlibatan aktif Polri, diharapkan jalur logistik dari kebun hingga ke konsumen atau industri dapat berjalan lebih efisien dan transparan.

Program ini dirancang untuk memberikan keuntungan berlipat bagi seluruh ekosistem pertanian. Bagi petani seperti Junaidi, ada kepastian harga yang lebih adil dan perlindungan dari tengkulak yang tidak bertanggung jawab. Sementara bagi pihak industri, kegiatan ini menjamin ketersediaan pasokan bahan baku yang berkelanjutan. Masyarakat luas pun diuntungkan karena harga produk turunan jagung di pasaran akan tetap stabil dan terjangkau karena ketersediaan stok yang melimpah.

Proses penanaman dilakukan secara gotong royong dengan bimbingan teknis dari PPL Desa Tanjung Pura untuk memastikan standar agrikultur yang baik. Sinergi antara aparat keamanan yang menjaga kondusifitas wilayah dengan tenaga penyuluh yang mengarahkan teknik pertanian menjadi kunci utama keberhasilan kegiatan ini. Hasil panen dari lahan 1,5 hektare ini nantinya ditargetkan dapat langsung diserap oleh berbagai industri besar, sehingga ekonomi desa bergerak lebih dinamis.

Seluruh rangkaian kegiatan penanaman jagung tersebut berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam situasi yang aman, tertib, dan sangat kondusif. Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat petani mampu menciptakan energi positif dalam membangun kemandirian pangan dari lingkup terkecil. Semangat dari Desa Tanjung Pura ini diharapkan mampu memicu desa-desa lain di Kabupaten OKU untuk melakukan langkah serupa demi kedaulatan pangan Indonesia.

Terkini