Binaan Rutan Baturaja Dalami Tahsin dan Fiqih Puasa Sambut Ramadan 1447 H

Februari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-02-26T08:56:31Z
BATURAJA – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Baturaja bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ogan Komering Ulu (OKU) resmi meluncurkan program pembinaan rohani intensif bagi para warga binaan. Program ini dirancang khusus untuk menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 H. Bertempat di Masjid Baitul Ghafur yang berada di dalam lingkungan Rutan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh fondasi spiritual para penghuni jeruji besi sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (20/02/2026) ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh puluhan warga binaan. Sejak pagi hari, suasana masjid tampak khidmat saat para peserta mulai berkumpul untuk mengikuti rangkaian bimbingan. Kehadiran para penyuluh dari Kemenag OKU menjadi angin segar bagi mereka yang ingin memperbaiki diri, memberikan akses pendidikan agama yang mungkin sulit didapatkan secara mendalam sebelum mereka menjalani masa pidana.
Fokus utama dalam agenda pembinaan kali ini adalah materi Tahsinul Qur’an. Para penyuluh agama membimbing warga binaan secara personal dan sabar, mulai dari memperbaiki pelafalan huruf (makharijul huruf) hingga pemahaman hukum tajwid. Langkah ini diambil karena Rutan Baturaja menyadari bahwa kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar adalah kunci utama bagi setiap Muslim untuk dapat berinteraksi lebih dekat dengan kitab suci selama bulan puasa nanti.
Tak hanya soal membaca Al-Qur’an, diskusi mengenai Fiqih Puasa juga menjadi sesi yang paling dinanti dan interaktif. Banyak warga binaan yang melontarkan pertanyaan mendetail mengenai tantangan menjalankan ibadah di dalam keterbatasan ruang gerak Rutan. Materi ini mencakup pembahasan mengenai rukun puasa, syarat sah, hingga hal-hal makruh yang dapat mengurangi pahala ibadah, agar puasa mereka tidak sekadar menjadi aktivitas menahan lapar dan dahaga.

Kepala Rutan Baturaja, Fitri Yady, menegaskan bahwa transformasi perilaku adalah target utama dari sinergi ini. Ia menyatakan bahwa pihak Rutan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa Ramadan di balik jeruji besi tidak hanya terasa sebagai perubahan jadwal makan semata. Menurutnya, pemahaman agama yang kuat merupakan instrumen penting dalam proses rehabilitasi agar para warga binaan memiliki kontrol diri yang lebih baik di masa depan.
Sinergi antara Rutan Baturaja dan Kemenag OKU ini membuktikan bahwa fungsi lembaga pemasyarakatan telah bergeser dari sekadar tempat penghukuman menjadi pusat pendidikan dan pembinaan manusia. Kemenag OKU secara khusus menerjunkan penyuluh-penyuluh kompeten untuk memberikan bimbingan yang berkualitas. Kemitraan ini memastikan bahwa setiap hak warga binaan untuk mendapatkan pendidikan spiritual tetap terpenuhi meskipun mereka sedang kehilangan kemerdekaan fisiknya.

Melalui bimbingan yang terstruktur ini, diharapkan lahir perubahan mental yang signifikan di kalangan warga binaan. Dengan bekal ilmu Tahsin dan Fiqih, mereka diharapkan mampu mengisi hari-hari Ramadan dengan kegiatan produktif dan ibadah yang sesuai syariat. Suasana religius yang terbangun di dalam Rutan diharapkan mampu meredam ketegangan dan menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan tenang bagi seluruh penghuni maupun petugas.

Sebagai penutup, program ini diharapkan dapat mencetak pribadi-pribadi baru yang siap kembali ke tengah masyarakat saat "hari kemenangan" tiba. Rutan Baturaja berambisi agar setiap warga binaan yang bebas nantinya tidak hanya membawa dokumen pembebasan, tetapi juga membawa "bekal cahaya" berupa pemahaman agama yang mumpuni. Dengan hati yang lebih tenang dan wajah yang lebih religius, mereka diharapkan mampu berkontribusi positif dan tidak lagi mengulangi kesalahan di masa lalu.

Terkini