BATURAJA BARAT – Memasuki musim kemarau, kesiapsiagaan dalam mengantisipasi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan terus dimaksimalkan oleh jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah krusial ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Apel Gabungan Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kegiatan tersebut digelar guna memastikan seluruh personel dan sarana prasarana penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap siaga.
Apel gabungan kesiapsiagaan penanganan karhutla ini dilaksanakan pada hari Senin, 14 September 2026. Rangkaian kegiatan utama dimulai tepat sekira pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga berakhir pada pukul 09.00 WIB. Pemilihan waktu pelaksanaan pada pagi hari ini bertujuan agar koordinasi dan pengecekan pasukan dapat dilakukan secara efektif sebelum seluruh personel bertugas di wilayahnya masing-masing.
Lokasi yang dipilihi sebagai pusat pelaksanaan apel gabungan ini berada di Halaman Kantor Camat Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pemilihan area kantor camat dinilai sangat strategis mengingat lokasinya yang menjadi pusat koordinasi pemerintahan tingkat kecamatan. Tempat ini mempermudah pergerakan serta mobilitas para pejabat daerah, aparat keamanan, dan regu teknis lapangan saat berkumpul.
Kegiatan penting ini dihadiri oleh berbagai pihak dan jajaran pemangku kepentingan lintas sektor di wilayah Baturaja Barat. Tampak hadir dalam barisan pimpinan yakni Camat Baturaja Barat, Kapolsek Baturaja Barat, serta Danramil 0403. Selain itu, jajaran dinas dan teknis turut hadir seperti Kepala UPTD Puskesmas Tanjung Agung, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten OKU, Korlap Damkar Posko Baturaja Barat beserta anggota, Bhabinkamtibmas Polsek Baturaja Barat, dan seluruh peserta upacara dari unsur gabungan.
Rangkaian acara apel diawali dengan pembukaan dan kedatangan Camat Baturaja Barat yang memasuki lapangan sebagai pembina apel. Acara dilanjutkan dengan penghormatan peserta, laporan pemimpin apel, dan penyampaian amanat pembina apel yang menekankan pentingnya kewaspadaan dini. Setelah amanat, pembacaan doa dilantunkan untuk keselamatan seluruh personel di lapangan, yang kemudian ditutup dengan laporan akhir pemimpin apel, penghormatan terakhir, dan penutupan secara tertib saat pembina apel meninggalkan lokasi.
Fokus utama dalam apel gabungan ini adalah pelaksanaan simulasi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap alat penanggulangan karhutla yang disiagakan di Kecamatan Baturaja Barat. Tim Satgas menyiagakan armada transportasi berupa 1 unit mobil pompa dan 1 unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter yang dilengkapi 2 buah selang sepanjang 30 meter. Seluruh perlengkapan personel seperti helm, sarung tangan, dan sepatu boots dipastikan lengkap, ditambah 4 unit radio genggam untuk komunikasi, 1 unit APAR, serta 3 unit tangki semprot solo.
Penyelenggaraan apel gabungan kesiapsiagaan ini difokuskan sebagai upaya nyata untuk mengantisipasi potensi timbulnya titik api di musim kemarau. Melalui kegiatan ini, Satgas Karhutla mereaktivasi posko dan desk koordinasi di tingkat kecamatan, sekaligus menerapkan strategi mitigasi Karhutla Sumsel secara terpadu. Langkah preventif ini sangat mendesak untuk dilakukan guna menekan angka titik api secara signifikan serta melindungi masyarakat dari risiko bencana asap yang merusak kesehatan dan lingkungan.
Seluruh rangkaian kegiatan apel yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Hasil utama yang berhasil dicapai mencakup penguatan sinergi lintas sektor, peningkatan kesiapsiagaan 3 regu operasional posko karhutla yang beranggotakan total 30 personel, serta terciptanya kolaborasi solid demi menjaga kualitas lingkungan hidup warga Kabupaten Ogan Komering Ulu secara menyeluruh.