BATURAJA – Pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menggelar hajatan besar sepuluh tahunan, yakni Sensus Ekonomi (SE) 2026. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), geliat pendataan mulai bergerak masif menyasar pusat-pusat keramaian ekonomi masyarakat. Salah satu titik fokus utama pendataan lapangan kali ini adalah kawasan Pasar Atas Baturaja, yang selama ini dikenal sebagai urat nadi sekaligus pusat perputaran roda perekonomian lokal terbesar di wilayah tersebut.
Kegiatan pendataan di Pasar Atas ini dikawal langsung oleh petugas sensus dengan mendapat pendampingan intensif dari pihak otoritas pasar setempat. Tampak hadir di lapangan mendampingi petugas antara lain Kepala Unit Pasar Atas, Bendahara Pasar, Nurut, serta sejumlah pegawai unit pasar lainnya. Kehadiran jajaran pengelola pasar ini bertujuan strategis untuk menjamin proses wawancara berjalan aman dan tertib, sekaligus memastikan seluruh pedagang dapat tersisir rapi tanpa ada yang terlewat.
Salah satu petugas lapangan yang bertugas di kawasan tersebut menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang sangat krusial dan berskala besar. Pendataan ini dilakukan secara serentak di seluruh penjuru Indonesia guna memotret kondisi riil serta memetakan struktur perekonomian bangsa secara utuh. Melalui potret berkala ini, pemerintah dapat melihat dinamika dan perkembangan dunia usaha setelah melewati satu dekade terakhir sejak sensus sebelumnya dilaksanakan.
"Sensus Ekonomi ini adalah kegiatan yang diadakan 10 tahun sekali secara serentak di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2026 ini, pelaksanaan pengumpulan data di lapangan dijadwalkan berlangsung selama 2,5 bulan, mulai dari tanggal 15 Juni hingga 31 Agustus 2026," ujar salah satu petugas sensus di sela-sela kesibukannya mendata para pedagang kaki lima dan pemilik ruko di kawasan Pasar Atas.
Petugas tersebut menambahkan, ruang lingkup Sensus Ekonomi 2026 ini dirancang sangat luas, mendalam, dan menyeluruh. Petugas di lapangan tidak hanya menyasar pelaku usaha formal yang memiliki badan hukum resmi, tetapi juga menyisir seluruh unit usaha non-formal hingga ke tingkat rumah tangga. Semua sektor usaha dari berbagai skala—mulai dari usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), sedang, hingga industri manufaktur besar—wajib memberikan data yang akurat demi terciptanya basis data pemetaan ekonomi yang tepat sasaran.
Selain mendatangi pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan kawasan pertokoan, tim BPS juga menerapkan metode door-to-door dengan menyambangi setiap keluarga di pemukiman penduduk. Langkah ini diambil untuk mendata profil ekonomi rumah tangga secara mendetail. Melalui metode komprehensif ini, pemerintah pusat maupun daerah dapat mengukur sejauh mana kekuatan daya beli masyarakat saat ini serta mengidentifikasi sektor usaha potensial apa saja yang tengah berkembang dan membutuhkan stimulus kebijakan.
Langkah penyisiran pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Kabupaten OKU sejatinya sudah berjalan secara bertahap dan terjadwal dengan baik. Sebelum menyambangi dan memfokuskan pendataan di Pasar Atas, tim petugas sensus telah terlebih dahulu merampungkan pendataan di beberapa titik pasar strategis lainnya di Baturaja. Di antaranya adalah kawasan Pasar Baru serta Pasar Korpri yang dikenal sangat aktif beroperasi pada malam hari, di mana seluruh aktivitas transaksi di lokasi tersebut kini telah resmi tercatat dalam basis data nasional.
Untuk menyukseskan agenda besar berskala nasional ini di seluruh wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu, pihak penyelenggara telah menyiapkan manajemen personel yang matang. Sebanyak 328 petugas sensus yang telah dibekali pelatihan khusus diturunkan langsung ke lapangan guna menyisir setiap sudut kecamatan, kelurahan, hingga pelosok desa di wilayah OKU hingga akhir Agustus mendatang. Pihak pengelola pasar bersama BPS mengimbau kepada seluruh pedagang dan masyarakat luas untuk menyambut baik kedatangan petugas dengan memberikan data yang jujur dan akurat demi kemajuan ekonomi daerah.