Sejukkan Hati Jamaah, Kanit Binmas Polsek Semidang Aji Jadi Khatib Jumat di Masjid Al ‘Ala Baturaja

Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T13:21:17Z

BATURAJA – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al ‘Ala Perguruan Muhammadiyah, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, pada Jumat siang (6/3/2026). Ratusan jamaah yang hadir dikejutkan sekaligus dibuat terpukau dengan kehadiran sosok berseragam Polri yang berdiri tegak di atas mimbar. Beliau adalah Aiptu Hadi Suhendra, M.M., Kanit Binmas Polsek Semidang Aji Polres OKU, yang didaulat menjadi khatib sekaligus imam dalam pelaksanaan Sholat Jumat tersebut.

Kehadiran Aiptu Hadi Suhendra di masjid yang terletak di pusat Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ini merupakan bagian dari program pendekatan humanis Polri kepada masyarakat. Tepat pukul 12.00 WIB, rangkaian ibadah dimulai dengan lantunan khutbah yang sarat akan makna spiritual. Dalam balutan seragam dinasnya, ia menunjukkan bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga mampu memberikan pencerahan batin bagi umat.

Dalam khutbahnya, Aiptu Hadi menyampaikan materi mendalam mengenai empat golongan manusia yang sangat dirindukan oleh surga, merujuk pada hadis Rasulullah SAW. Golongan pertama yang ia tekankan adalah orang yang senantiasa menjaga lisannya (Hifzhul Lisan). Ia mengingatkan jamaah agar menjauhi perkataan tidak bermanfaat, fitnah, dan ghibah yang dapat merusak kerukunan antarwarga, sebuah pesan yang sangat relevan dengan situasi sosial saat ini.

Memasuki poin kedua, ia menjelaskan tentang golongan Muth’imul Ji’an, yaitu orang-orang yang memiliki kepedulian sosial tinggi dengan gemar memberi makan bagi mereka yang membutuhkan. Aiptu Hadi mengajak jamaah untuk menghidupkan semangat berbagi, terutama menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa. Menurutnya, tangan yang memberi lebih dicintai Allah dan menjadi kunci pembuka pintu surga yang merindukan hamba-Nya.

Golongan ketiga yang dibahas adalah umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan dengan penuh keimanan (Imanan wa Ihtisaban). Mengingat pentingnya momentum Ramadan yang selalu dinanti, ia berpesan agar puasa tidak sekadar menjadi ritual menahan lapar dan haus, melainkan sarana transformasi diri untuk meraih derajat takwa yang sebenar-benarnya demi mengharap pahala murni dari Allah SWT.

Lebih lanjut, ia memaparkan golongan keempat, yakni Taalil Qur’an atau orang-orang yang senantiasa membasahi lidahnya dengan membaca kalam Allah. Aiptu Hadi mendorong jamaah untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup harian, baik di saat senggang maupun di tengah kesibukan bekerja. Konsistensi dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an diyakini mampu memberikan ketenangan jiwa dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.

Tujuan utama dari kegiatan ini, sebagaimana ditegaskan dalam penutup khutbahnya, adalah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kualitas keimanan. Aiptu Hadi berharap melalui pesan-pesan agama ini, umat Muslim di wilayah OKU dapat termotivasi untuk memperbaiki diri agar termasuk dalam golongan yang dirindukan surga, sekaligus menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan penuh keberkahan.

Kegiatan yang berakhir dengan tertib ini menjadi bukti nyata upaya Polri dalam menjalin sinergitas dan kedekatan emosional dengan masyarakat melalui jalur religi. Dengan turunnya personel kepolisian langsung ke mimbar masjid, diharapkan komunikasi antara aparat dan warga semakin cair, sehingga pesan-pesan kamtibmas dapat tersampaikan secara lebih efektif dan menyentuh hati sanubari masyarakat.

Terkini