Ikatan Mahasiswa Papua Sumut Dorong Tindak Tegas Pelaku Kriminal demi Keselamatan Rakyat

Juni 10, 2026 WIB Last Updated 2026-06-10T20:48:06Z
MEDAN – Ikatan Mahasiswa Papua Sumatera Utara (IMP Sumut) menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kondusifitas daerah dengan menggelar turnamen olahraga antarmahasiswa Papua dari berbagai universitas di Kota Medan. Kegiatan yang mempertandingkan cabang olahraga bola voli dan futsal ini dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026. Melalui ajang ini, para mahasiswa sepakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membentengi diri dari pengaruh negatif aksi kriminalitas jalanan yang marak terjadi belakangan ini.

Langkah preventif ini diambil bukan tanpa alasan. IMP Sumut menyadari bahwa pemuda dan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang harus proaktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dengan mengalihkan energi para mahasiswa ke dalam kompetisi olahraga yang sehat, diharapkan dapat terbentuk jiwa-jiwa yang sportif, unggul, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai hukum dan menjauhi aksi premanisme di lingkungan sosial.

Di sela-sela kemeriahan turnamen tersebut, salah seorang mahasiswa Papua senior yang dituakan di Kota Medan, Silvester Kosamah, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Didampingi oleh Wakil Ketua IMP Sumut, Aris Toteles, beserta jajaran anggota organisasi, Silvester menyatakan bahwa urusan keamanan bukan semata-mata menjadi beban pihak kepolisian saja. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum intelektual dari tanah Papua yang sedang menuntut ilmu di Sumatera Utara, wajib berkolaborasi aktif demi terwujudnya ruang publik yang aman.

Lebih lanjut, dalam pernyataan sikap resminya, IMP Sumut secara tegas menyatakan dukungan moral dan komitmen penuh kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) beserta seluruh jajaran di bawahnya. Mereka mendorong aparat penegak hukum untuk tidak ragu-ragu dalam mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap para pelaku kejahatan jalanan, begal, maupun premanisme yang meresahkan warga. Dukungan ini mengalir demi memastikan ruang gerak pelaku kriminal dapat dipersempit di wilayah hukum Sumatera Utara.

Dukungan konkret yang diberikan oleh IMP Sumut ini dilandasi oleh asas hukum tertinggi, yaitu Salus Populi Suprema Lex Esto, yang berarti keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Mahasiswa Papua menilai, tindakan tegas yang terukur dari pihak kepolisian sangat diperlukan apabila aksi kriminalitas tersebut sudah berada pada tahap yang membahayakan, mengancam keselamatan jiwa, raga, serta merampas harta benda masyarakat luas. Oleh karena itu, ketegasan polisi di lapangan dinilai sebagai bentuk perlindungan hakiki bagi warga negara.

Silvester juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja dan langkah-langkah preventif serta represif yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian selama ini demi menjaga stabilitas keamanan di Kota Medan dan sekitarnya. Melalui momentum turnamen olahraga ini, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara, khususnya warga Kota Medan, untuk merapatkan barisan dan bahu-membahu mendukung Poldasu dalam menciptakan iklim Kamtibmas yang kondusif, aman, dan nyaman bagi semua orang.

Sebagai bagian integral dari warga Sumatera Utara, IMP Sumut memandang partisipasi aktif dalam menjaga ketertiban umum adalah sebuah kewajiban moral yang melekat. Kolaborasi yang harmonis antara masyarakat, mahasiswa, dan aparat penegak hukum diyakini menjadi kunci utama dalam memberantas penyakit masyarakat. IMP Sumut pun berjanji akan terus berjalan beriringan dan membersamai langkah pihak kepolisian dalam setiap upaya penegakan hukum dan pemberantasan premanisme di wilayah Sumut.

Menutup keterangannya, Silvester mengingatkan rekan-rekan sesama mahasiswa mengenai fungsi kontrol sosial yang mereka miliki untuk terus memberikan edukasi dan penyadaran kepada lingkungan sekitar. Menurutnya, apabila ada pemuda yang beralasan melakukan tindak kriminal demi mencari jati diri, hal tersebut sangat keliru karena masih banyak wadah positif seperti olahraga dan organisasi untuk mengaktualisasikan diri. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam mengingatkan masyarakat bahwa segala bentuk kejahatan bertentangan dengan aturan hukum dan norma sosial yang berlaku.

Terkini